Hari ini adalah kesempatan untuk membangun hari esok yang diinginkan!
Kenapa Anda mesti pusing tujuh keliling apa kata orang? Pekik keras seorang kawan pagi ini, saat bersama menikmati hidup di hari ini, di sebuah cafe, bukan warkop lagi lho ya?
Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut
Emang beda? Ya, bedalah, minimal beda diharga secangkir kopinya. Belum yang lainnya kalau mau ada camilan penambah nikmat obrolan guyon maton parikeno.
Sepertinya aku harus khusus mengucap syukur ke hadiratNya pada hari dan pagi ini! Karena bisa bersua dengan sahabat lama di kota pahlawan!
Kawan _mbeling_ di jaman masih perjuangan dulu ini. Sudah kenyang makan asam dan garam kehidupan! Hidupnya mengalir dari ketinggian mata air kehidupan lalu sampai ke bawahnya yang terdalam. Ia pernah berada pada *titik nadir* kehidupan, di mana kawan, saudara, tak mau lagi mendekatinya!
_"Piye kabarmu jek? Tak sawang awakmu saiki uripe wis ayem. Sak orane wis bali maneh karo bojo lan anak-anakmu!"_
_"Iyo Gus. Kanugrahane Gusti, kang tanpo pepindan. Tak aturke banget kagem Beliau!"_
_"Ora mbok terusno maneh kelangenanmu lawas?"_
_"Opo Gus?"_
_"Ngombe banyu warna-warni sing nggarai uripmu miber teko ngendi-ngendi! Lali bojo, lali anak, lalu kaluargo!"_
_"Wis, kapok Gus!"_
_"Guayamu Nda! Tak bayari karo tak tukokno saiki, mumpung aku ono duit sithek iki, piye?"_
Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah
_"Ora, tenan Gus!"_
Sebenarnya melihat perjalanan hidup sahabat lama ku itu. Aku sendiri sangat takjub, ia berhasil menjalani riak dan gelombang besar di hidupnya dengan selamat. Usaha lama ku dahulu untuk menyadarkannya minta ampun beratnya. _Kadung PW (posisi wenak) menikmati dunia malam yang gemerlap, dengan minuman beraneka warna yang cepat membuat lupa diri! "Hidup hanya sekali Gus, mari bersulang lagi."_ Ajakannya pada saat _dadi noroyono_ dahulu!
_"Jiangkrik, wis ombenen dewek!"_ Dan pagi ini kita pun hanya bisa tertawa cekikikan, sambil menikmati udara pagi yang sudah merambat siang di kota pahlawan!
Ya, jujur saja, masa laluku sendiri bukan anak baik-baik. Hanya kasih sayang Tuhan saja, masih aman sampai sekarang hidupku. Juga sahabatku lawas ini. Kartu AS ku ia pegang, dan kartu AS kehidupannya juga aku simpan rapi di memori ku yang terdalam di dalam benak ini. Yang ada kami berdua hanya bisa saling mendoakan dan menguatkan saat menjalani hidup masing-masing!
Waktu bertahun-tahun kita berpisah untuk semetara _nuthuk ake lakon_ masing-masing. Dan semalam ia kontak aku, ingin bertemu denganku. Dan satu jam tadi kita pun bertemu, di satu tempat serta jam yang sudah disepakati. Kami berdua bisa bertemu kembali, dan memanggil ingatan soal film kehidupan yang pernah kami alami berdua di masa silam. Kami dahulu sering beredar bersama di Pulau Jawa, mengunjungi bebagai kota dan peradaban di masa silam. Perlu diketahui, setidaknya kawan lamaku ini orang yang _melek huruf_ juga!
Kami berdua pagi ini bisa bersua lagi, bagi saya ini anugerah kehidupan yang tak terkira! Peristiwa di pagi ini menjadi pemicu, pemompa semangat untuk kami menebar *kebajikan* di waktu-waktu mendatang. Setidaknya itu kita berikan kepada anak didik kami. "Kan urip iku pendek tak Gus? Sik eling ae awak mu bro!"
Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil
Dan gerrrrr itu terjadi lagi tadi!
Perjumpaan dan perpisahan, adalah lakon dalam kehidupan dan itu normal-normal saja. Tapi saat dipertemukan kembali oleh semesta dengan *bolo njero* kembali adalah sesuatu banget. Apalagi irisan untuk kami sama-sama mengabdi kepada Gusti di alam marco podo ini, ternyata tidak jauh berbeda yaitu dalam bidang dan urusan *NGANCANI WONG* hanya sebutannya saja yang berbeda. Seperti kata Shakespeare 'apa arti sebuah nama', aku tak pernah mempersoalkan profesinya yang sekarang! Kami berdua hari ini sama-sama berprofesi untuk mengantarkan dan setidaknya memberi tahu sedikit jalan, agar banyak anak manusia itu, bisa berjalan sampai kepada tujuan hidup dan kehidupannya tatkala lahir di bumi ini!
Aku spontan ngomong, sambil meledek bolo lawas ku itu "Tenane bro!"
Dan itu mengakhiri pertemuanku dengannya pagi ini tadi. "Gus, aku pamit mulih yo!"
"Siap!"
Editor : Redaksi