Jelajahi Kampus Surabaya–Yogyakarta, Belajar Diplomasi hingga Toleransi Antaragama

UNESCO Academic Mobility 2.0: 20 Mahasiswa UniSZA Perkuat Jaringan Akademik Malaysia–Indonesia

Reporter : Redaksi
Keterangan Gambar: Mahasiswa Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) yang mengikuti program UNESCO Academic Mobility 2.0 di Surabaya dan Yogyakarta, Indonesia,

Surabaya, JatimUpdate.id – Sebanyak 20 mahasiswa Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) mengikuti program UNESCO Academic Mobility 2.0 di Surabaya dan Yogyakarta, Indonesia, pada 9–17 September 2026.

Program ini memperkuat hubungan akademik Malaysia–Indonesia sekaligus memperluas wawasan global mahasiswa.

Baca juga: UNESCO Club UniSZA Anjur Seminar "World Heritage Protection: Challenges & Responsibilities for Youth"

Program mobilitas akademik internasional ini membuka peluang bagi mahasiswa UniSZA untuk memperluas jaringan akademik internasional, mempererat kerja sama perguruan tinggi, serta meningkatkan pemahaman terhadap budaya dan isu terkini yang melibatkan Malaysia dan Indonesia.

Selama program, mahasiswa mengunjungi sejumlah universitas terkemuka di Indonesia dan mengikuti berbagai kegiatan akademik, interaktif, dan budaya. Mereka juga berkesempatan bertemu komunitas setempat, terutama untuk mengamati kerukunan umat beragama yang tinggi di sana.

UNESA: Simulasi Diplomasi hingga Kelas Lintas Budaya

Di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), mahasiswa mengikuti sesi Model United Nations (MUN) bersama mahasiswa Hubungan Internasional, FISIPOL UNESA. Kegiatan ini memberi pengalaman kepada mahasiswa tentang simulasi diplomasi internasional. Aktivitas berlangsung sepenuhnya dalam bahasa Inggris, dan mahasiswa menjalankannya dengan antusias.

Selain itu, mahasiswa mengikuti kelas sit-in bersama mahasiswa Jurusan Sosiologi, FISIPOL UNESA. Kelas ini membahas isu urbanisasi dan lintas budaya, termasuk persamaan serta perbedaan budaya antara Malaysia dan Indonesia.

UTM: Belajar Toleransi Antaragama

Program berlanjut ke Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui kegiatan International Community Service bersama Fakultas Hukum. Kegiatan bertema “Fostering Interfaith Tolerance and Freedom of Religion: Legal Frameworks and Best Practices from Balun Pancasila Village” memberi peluang kepada mahasiswa untuk memahami praktik toleransi antaragama dalam sebuah komunitas.

Di sana, mahasiswa mengunjungi rumah ibadah berbagai agama dan menyaksikan langsung keharmonisan serta toleransi yang dipraktikkan masyarakat setempat.

Baca juga: Lawatan Akademik Pelajar Hubungan AntaraBangsa FUHA UNISZA KE JABATAN Imigresen Kelantan Malaysia

UNAIR: Pertukaran Budaya dan Diskusi Terbuka

Kunjungan ke Universitas Airlangga (UNAIR) berfokus pada pertukaran budaya Malaysia–Indonesia melalui sesi Focus Group Discussion (FGD). Diskusi terbuka ini menjadi platform bagi mahasiswa kedua negara untuk berbagi pandangan dan meningkatkan saling pengertian.

Selain sesi akademik, peserta mengikuti permainan rakyat dan tur kampus. Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan serta membangun semangat persahabatan antara mahasiswa Malaysia dan Indonesia.

UII dan UPNVY: Kuliah Umum dan Gamelan Jawa

Di Universitas Islam Indonesia (UII), mahasiswa menghadiri kuliah umum bertajuk “Understanding Malaysia–Indonesia Relations”. Sesi ini memberi wawasan mengenai hubungan bilateral Malaysia–Indonesia dari perspektif sejarah, politik, serta kerja sama regional.

Program juga membawa mahasiswa ke Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) melalui kuliah umum “Soft Power, Hard Impact: How China is Reshaping ASEAN’s Future”. Diskusi ini membuka perspektif baru tentang peran kekuatan besar dalam membentuk perkembangan kawasan ASEAN.

Pengalaman akademik tersebut semakin lengkap ketika peserta mencoba alat musik tradisional gamelan Jawa melalui kegiatan yang diselenggarakan Klub Gamelan Swaramandala.

Perkuat Jaringan Malaysia–Indonesia

Secara keseluruhan, UNESCO Academic Mobility 2.0 memberi ruang bagi mahasiswa UniSZA untuk memperoleh pengalaman akademik internasional, mendalami keberagaman budaya, toleransi antaragama, dan isu-isu regional. Program ini juga mengasah kemampuan komunikasi, pemikiran kritis, dan kesadaran global melalui interaksi langsung dengan mahasiswa serta institusi akademik di Indonesia.

Penyelenggara berharap program serupa terus berlanjut pada masa mendatang. Langkah ini dinilai mampu memperkuat jaringan akademik Malaysia–Indonesia sekaligus melahirkan mahasiswa yang memiliki pengalaman dan perspektif internasional. (#)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru