Bondowoso, JatimUPdate.id, – Perkemahan bukan sekadar kegiatan bermalam di alam terbuka. Bagi murid SD Plus Al-Ishlah Bondowoso, Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjumsa) menjadi kesempatan untuk belajar mandiri, bekerja sama, dan membangun kebersamaan di luar ruang kelas.
Selama dua hari, 23–24 Oktober 2026, sebanyak 137 murid kelas IV hingga VI mengikuti Perjumsa di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah Bondowoso. Mereka terbagi dalam 11 regu, terdiri atas enam regu putra dan lima regu putri.
Baca juga: SMP Plus Al-Ishlah Bondowoso Bekali Guru Strategi Literasi-Numerasi di Era Digital
Beragam kegiatan mewarnai perkemahan tersebut. Selain mengikuti perlombaan kepramukaan, para murid juga menjalani aktivitas memasak bersama dan penjelajahan alam.
Pengalaman itu memberi mereka kesempatan untuk belajar berbagi tugas, menjaga kekompakan, serta menjalankan tanggung jawab bersama anggota regu.
Saat memasak bersama, misalnya, murid belajar mengatur tugas dan bekerja sama menyiapkan kebutuhan kelompok. Sementara melalui penjelajahan alam, mereka memperoleh pengalaman mengikuti kegiatan di luar kelas sekaligus mempraktikkan nilai-nilai kepramukaan.
Berbagai perlombaan turut menguji kemampuan dan kerja sama peserta, mulai dari peraturan baris-berbaris (PBB), yel-yel, cerdas tangkas, senam anak Indonesia Hebat, hingga kebersihan, keindahan, dan kerapian (K3) tenda.
Bagi Regu Hambali, salah satu regu putra yang beranggotakan murid kelas IV hingga VI, rangkaian kegiatan tersebut berbuah prestasi. Mereka berhasil meraih juara pertama lomba senam anak Indonesia Hebat dan juara pertama lomba K3 tenda.
Namun, pengalaman selama perkemahan tidak hanya diukur dari piala yang dibawa pulang. Kebersamaan, pengalaman baru, dan kesempatan belajar mengurus diri sendiri menjadi bagian yang tak kalah berharga bagi para peserta.
Belajar Mandiri, Merawat Kebersamaan
Pengalaman itu juga dirasakan Galang, murid kelas VI yang tergabung dalam Regu Hambali. Baginya, Perjumsa menjadi kesempatan untuk menikmati kebersamaan dengan teman-teman sekaligus memperoleh pengalaman baru sebelum menyelesaikan pendidikan di SD Plus Al-Ishlah.
Galang mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Meski melelahkan, pengalaman selama perkemahan meninggalkan kesan mendalam baginya.
“Walaupun capek, semuanya terbayar dengan kebersamaan, canda tawa, dan kenangan bersama teman-teman,” ungkap Galang.
Ada pula perasaan sedih yang menyertai pengalaman itu. Bagi Galang dan teman-teman seangkatannya, Perjumsa kali ini menjadi perkemahan terakhir selama bersekolah di SD Plus Al-Ishlah.
“Sedih juga karena ini Perjumsa terakhir kami di SD Plus Al-Ishlah. Semoga kebersamaan ini menjadi kenangan indah yang tidak akan pernah kami lupakan,” tuturnya.
Galang juga menyampaikan terima kasih kepada para ustaz dan ustazah yang telah membimbing mereka selama kegiatan berlangsung.
Baca juga: Rajawali Al-Ishlah Bondowoso Raih Dua Juara 1 di PPSN VI 2026, Harumkan Jawa Timur
“Perjumsa terakhir, kenangan selamanya. SD Plus Al-Ishlah akan selalu menjadi bagian dari cerita indah masa kecil kami,” katanya.
Menanamkan Nilai di Balik Api Unggun
Nilai pembelajaran selama Perjumsa juga ditekankan dalam kegiatan api unggun. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD Plus Al-Ishlah Bondowoso, Agusyanto, mengingatkan para murid agar semangat yang tumbuh selama perkemahan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir.
Ia menegaskan, api unggun bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menumbuhkan semangat belajar dan melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Setelah melaksanakan api unggun, adik-adik diharapkan lebih semangat dalam belajar, baik di sekolah maupun di rumah, serta terus melakukan kebaikan, lebih-lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Agusyanto.
Pesan tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan kepramukaan yang tidak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian terhadap sesama.
Kepala SD Plus Al-Ishlah Bondowoso sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), Afifah Zakiyah Darojah, juga menekankan pentingnya kesungguhan, kebersihan, kekompakan, kerja sama, dan kemandirian dalam mengikuti setiap kegiatan.
Baca juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Resmi Dimulai, Ini Target Polres Bondowoso
Melalui Perjumsa, nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipraktikkan selama perkemahan, tetapi juga diterapkan dalam keseharian murid, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Dukungan Orang Tua Mengiringi Pengalaman Anak
Pengalaman Perjumsa turut mendapat apresiasi dari orang tua peserta. Venti, ibunda Galang, menyampaikan terima kasih atas bimbingan, pendampingan, dan perhatian para ustaz selama kegiatan berlangsung.
Ia juga mengapresiasi semangat serta kekompakan anggota Regu Hambali yang berhasil menunjukkan usaha terbaik dalam mengikuti rangkaian kegiatan.
“Semoga pengalaman ini menjadi kenangan indah dan pembelajaran berharga untuk semakin mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta terus berani mencoba hal-hal baru,” ungkapnya kepada JatimUPdate.id.
Bagi para murid, Perjumsa menjadi pengalaman belajar yang melengkapi pembelajaran di kelas. Mereka berlatih menghadapi tantangan, menyelesaikan tugas bersama, dan menghargai peran setiap anggota regu.
Pada akhirnya, keberhasilan perkemahan tidak hanya terlihat dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari nilai-nilai yang dibawa pulang. Kemandirian yang tumbuh, kekompakan yang terjaga, serta kenangan bersama teman-teman menjadi bekal berharga bagi para murid untuk melangkah ke tahap pendidikan berikutnya. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat