SMP Plus Al-Ishlah Bondowoso Bekali Guru Strategi Literasi-Numerasi di Era Digital

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Suasana pelatihan literasi-numerasi di SMP Plus Al Ishlah Bondowoso, Selasa (27/10/2026).
Suasana pelatihan literasi-numerasi di SMP Plus Al Ishlah Bondowoso, Selasa (27/10/2026).

Bondowoso, JatimUPdate.id, – SMP Plus Al-Ishlah Bondowoso menggelar pelatihan Penguatan Implementasi Literasi-Numerasi di Era Digitalisasi, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini membekali guru dengan strategi pemanfaatan teknologi digital dan penyusunan lembar kerja untuk mendorong kemampuan berpikir kritis murid.

Pelatihan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti 29 peserta dari berbagai unit pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah Bondowoso, yakni KB-TK Al-Ishlah, SD Plus Al-Ishlah, SMP Plus Al-Ishlah, serta Kulliyatul Muballighien Al Islamiyah (KMI) Ponpes Al-Ishlah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid di era digital.

Kepala SMP Plus Al-Ishlah Bondowoso, Ustadz Musleh, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa literasi dan numerasi menjadi salah satu fokus penting dalam dunia pendidikan saat ini.

“Literasi dan numerasi adalah dua hal yang menjadi fokus utama pendidikan pemerintah saat ini, mengingat banyak siswa yang masih mengalami kelemahan di bidang tersebut. Hal ini juga yang diujikan dalam Asesmen Nasional (AN) melalui materi Bahasa Indonesia dan Matematika,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat menambah wawasan dan keterampilan para guru sehingga ilmu yang diperoleh bisa diterapkan dalam proses pembelajaran.

“Semoga melalui kegiatan ini kita bisa menyerap banyak ilmu bermanfaat dari narasumber untuk kemudian diajarkan kepada anak-anak didik kita,” tambahnya.

Guru Didorong Manfaatkan Teknologi Digital

Hadir sebagai narasumber, Ismail Bahanan, S.Pd., memberikan penguatan mengenai pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dan penyusunan lembar kerja sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.

Menurut Ismail, setiap guru mata pelajaran perlu memberikan fasilitasi yang mendorong murid aktif belajar dan terbiasa mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Salah satu caranya melalui lembar kerja yang disusun sesuai dengan topik pembelajaran dan diterapkan secara bertahap.

“Setiap guru mata pelajaran perlu memfasilitasi pembelajaran, minimal melalui pembuatan lembar kerja yang dapat diterapkan secara bertahap sesuai topik. Dengan begitu, anak-anak akan terbiasa berpikir kritis, baik saat berada di sekolah maupun setelah menyelesaikan pendidikannya,” ujar Ismail.

Ia juga mendorong para guru untuk terus belajar dan bereksplorasi, termasuk memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi murid. Dengan demikian, penggunaan perangkat digital tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga mendukung proses belajar yang lebih efektif.

Peserta Berharap Ilmu Diterapkan dalam Pembelajaran

Salah satu peserta, Sumiyati, Kepala KMI Putri Ponpes Al-Ishlah, menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi para pendidik, terutama dalam mengembangkan pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan budaya membaca.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi benar-benar diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.

“Ilmu yang hebat bukan hanya ilmu yang dipahami, melainkan ilmu yang diterapkan dan memberikan manfaat,” ungkapnya.

Menurut Sumiyati, guru memiliki peran penting dalam membimbing murid agar mampu memahami informasi dengan baik, berpikir kritis, serta menggunakan teknologi secara bijak.

Sebelumnya, SMP Plus Al-Ishlah Perkuat Sistem Penjaminan Mutu

Selain pelatihan literasi-numerasi, SMP Plus Al-Ishlah Bondowoso sebelumnya juga menggelar kegiatan Penguatan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan sekolah tersebut menghadirkan Pengawas SMP, Endang Pujiastuti, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber. Pesertanya meliputi perwakilan TKIT Al-Ishlah, KMI Putra, dan KMI Putri.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan di lingkungan Ponpes Al-Ishlah Bondowoso.

Melalui penguatan kompetensi guru dan sistem penjaminan mutu, sekolah diharapkan dapat terus mengembangkan pembelajaran yang berkualitas serta memberikan manfaat nyata bagi perkembangan murid. (ries/yh)