Bendahara KDKMP Sidoarjo Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi, Perkuat Tata Kelola Koperasi

Reporter : Imam Hambali
Suasana Peningkatan Kapasitas Bendahara KDMP di Sidoarjo.

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar mampu berkembang secara profesional dan berkelanjutan.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Perpanjang Kontrak 3.794 PPPK Paruh Waktu

Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya bendahara sebagai pengelola keuangan koperasi.

Sebanyak 45 bendahara KDKMP di Kabupaten Sidoarjo mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi di Quest Hotel Surabaya, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat kualitas pengelolaan administrasi dan keuangan koperasi.

Pelatihan tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan total 225 peserta. Pada tahap pertama, kegiatan diikuti 45 bendahara yang berasal dari Kecamatan Sedati, Waru, Taman, dan Sukodono.

Sementara itu, peserta tahap kedua dan ketiga akan mengikuti pelatihan dengan pembagian masing-masing dua kelas.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Mochammad Hudori, mengatakan bendahara memiliki posisi strategis dalam menjaga kesehatan tata kelola koperasi.

Tugas bendahara tidak sebatas mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga memastikan seluruh laporan keuangan disusun secara akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: TAPM Bondowoso Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pencegahan Stunting di Kecamatan Pakem

Menurutnya, prinsip kekeluargaan yang menjadi dasar koperasi harus berjalan beriringan dengan pengelolaan yang profesional. Sebab, tata kelola keuangan yang baik menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan anggota sekaligus memastikan keberlangsungan koperasi.

“Koperasi yang berlandaskan asas kekeluargaan tetap harus dikelola secara profesional, yaitu dengan tertib administrasi dan transparan dalam mengelola keuangan,” katanya.

Hudori menegaskan, bendahara KDKMP perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai prinsip pengelolaan keuangan, penyusunan laporan, administrasi perpajakan, hingga ketentuan dan standar yang berlaku.

Melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini, para bendahara diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas operasional koperasi sehari-hari.

Baca juga: Flyover Gedangan: Pembebasan Lahan Rp450 Miliar, Ganti Rugi Dipastikan Cair pada 2027

“Kompetensi yang diperoleh melalui kegiatan ini hendaknya dapat diterapkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga koperasi semakin sehat, profesional, transparan, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, khususnya para anggotanya,” pesannya.

Ia berharap peningkatan kapasitas pengelola tersebut dapat menjadi fondasi bagi pengembangan KDKMP di Kabupaten Sidoarjo. Dengan administrasi yang tertib dan pengelolaan keuangan yang akuntabel, koperasi diharapkan mampu menjalankan kegiatan usaha secara lebih optimal.

Selain itu, profesionalitas pengurus dan pengelola menjadi faktor penting agar keberadaan KDKMP tidak sekadar memenuhi pembentukan kelembagaan, tetapi benar-benar mampu menjalankan fungsi ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap pelatihan ini dapat menjadikan KDKMP lebih bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi koperasi yang sehat,” pungkasnya.(ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Trending Minggu Ini
Berita Terbaru