Judul tulisan di atas penulis ambil dari spirit lirik kalimat pertama pada lagu "Mars Yadika". Tidak biasanya pagi ini saya tergerak ingin menyimak kalimat demi kalimat yang tertulis. Saat lagu Mars Yadika dinyanyikan di acara pembukaan wisuda bergantian dengan lagi Indonesia Raya.
Boleh jadi spirit itu timbul karena sebuah peristiwa kecil yang penulis alami. Sepasang suami istri yang sudah rada sepuh, bergegas, ingin masuk ke Auditorium Kampus ITB Yadika Pasuruan," Bapak, dimanakah Auditorium tempat diselenggarakan acara wisuda. Saya ingin melihat anak saya di wisuda," ujarnya dengan roman muka yang cerah, saat bertanya kepada penulis. Energi kebahagiaan yang meluap dialami oleh suami dan istri itupun tumpah menular ke penulis.
Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut
Dan GPL alias gak pakai lama. Aku langsung antarkan sepasang suami istri itu menuju Auditorium. "Mari lewat sini bapak dan ibu, hati-hati jalanya ya!" Dan spontan aku ucapkan selamat atas wisuda yang dialami oleh anaknya.
Aku spontan jadi teringat semua peristiwa yang mungkin dirasakan juga oleh kedua orang tuaku dahulu. Pada saat dan kejadian yang sama. Alfatihah selalu kagem bapak & Ibu. Kembali ke laptop.
Wisuda adalah sebuah frasa yang diserap dari bahasa Jawa wisudha. Yang artinya adalah upacara peneguhan atau pelantikan bagi seseorang yang telah menempuh pendidikan. Dan sekira 200-an mahasiswa pada pagi ini akan dilantik menjadi seorang sarjana
Dalam prosesi wisuda yang begitu hikmat, setiap wisudawan dan wisudawati, menyaksikan langsung. Bahwa kawah candra dimuka itu akhirnya sempurna diselesaikan. Tiap hari ia kuliah, tiap minggu ia kerjakan tugas, tiap bulan ia harus alami ujian dan tiap tahunnya ia harus melihat hasil ujian yang sudah dilewatinya, tak lupa harus keluarkan biaya untuk membayarnya. Ada tenaga, waktu, dan juga biaya yang tidak sedikit dikeluarkan semua. Dan sekarang pada pagi ini, semua luka, semua rasa, semua memori, berubah menjadi sebuah perasaan bahagia yang menular kepada semua yang melihat acara prosesi wisuda yang megah dan meriah pada pagi ini.
Akhirnya akan indah pada waktunya. Dan waktu itu adalah pagi ini 05 November 2022. Energi kebahagiaan tumpah ruah di dalam gedung Auditorium Kampus ITB Yadika Pasuruan.
Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah
Lagu "terlalu indah dilupakan" bergema terus menerus selama dibacakan satu demi satu nama mahasiswa yang diwisuda beserta judul skripsi dan nilai IPK dibacakan serta. Dan semua mata tertuju kepada wajah mahasiswa yang tertera di layar utama. Dan dalam benak setiap orang tua juga si mahasiswanya sendiri. Tak berkesudahan mengucap syukur ke hadirat-Nya, diijinkan alami berkat juga nikmat ini, amin.
Meski menjalani sebuah proses bukanlah barang yang enak. Penuh derita dan serba ketidakberuntungan bisa jadi. Tapi, saat semuanya sudah berakhir, sudah waktunya mentas. Saya kira kadang manusia itu ingin menjalani proses dan ujian kehidupan lagi. Agar bisa merasakan kebahagiaan yang sejati yang sebenarnya, yaitu mampu melewati semua problem dan ujian kehidupan yang dialami. Dalam kasus pagi ini, adalah ujian menimba ilmu.
Semua orang yang hadir di Auditorium pada pagi ini. Mendapat pelajaran nyata, "bahwa sejatinya hidup ini tak pernah diam, ia akan terus berjalan, hingga saatnya waktu itu cukup! Dan kita semua akan kembali kepadaNya. Sebelum waktu itu datang, eloknya manusia mampu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Belajar menuntut ilmu bisa jadi menjadi pilihan dan spirit hidup yang apinya terus dinyalakan!
Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil
Pesta itu pada akhirnya akan selesai. Setelah semua ilmu dan pengetahuan telah berhasil Anda serap. Saya kira, hari ini adalah saatnya untuk berkarya yang sebanyak-banyaknya. Hanya langit saja batasnya. Hidup di dunia nyata dunia yang sebenarnya, Anda semua harus berani menjadi manusia-manusia yang otentik. Menjadi diri sendiri Anda seutuhnya. Berbekal itulah Anda akan mampu dan berhasil memenangkan pertarungan hidup di dunia nyata, yang acap kali begitu bengis juga kejam bagi yang bermalas-malasan orangnya. Hal yang sebaliknya akan berlaku berbeda bagi orang yang lain yang berani mengambil sikap berbeda terhadap dunia ini.
Selamat dan sukses selalu teruntuk para wisudawan-wisudawati.
Ganbatte Kudasai..
Editor : Redaksi