Sempurnakan Hari, Awali Dengan Menulis

jatimupdate.id
Mas AAS

"Kita tidak selalu tahu bagaimana keadaan akan berubah, tetapi kita dapat mengetahui bahwa Tuhan akan menjaga kita!"


Yang jelas pagi ini sedang ngopi. Sebelum diisi dengan kegiatan 'makaryo' melaksanakan tugas kehidupan. Kehidupan sebagai seorang suami cari rejeki, kehidupan sebagai hamba mengabdi terbaik kepada Sang Junjungan yang selalu baik hati.

Baca juga: Manusia Dilahirkan untuk Berkontribusi, Bukan Mengeluh

Bagaimana semua dituliskan. Tak sempat lagi membuat 'outline' sebagaimana sebuah tulisan ilmiah meski dibuat. Apa yang terlintas spontan dipikiran, dibuat saja jadi tulisan, lalu dibuat kalimat pembuka, lalu isinya, lalu penutupnya. Semudah dan senyaman itu mengawali hari ini dengan menuliskannya!

Tapi ternyata tidak mudah juga. Sampai pada paragraf kedua, penulis pun langsung stuck, mau menulis apa sih sebenarnya? Iya, hal ini penting agar tulisan tidak melebar ke kanan dan juga ke kiri, ke atas dan juga ke bawah.

Aslinya penulis terinspirasi oleh sebuah quote yang ditulis oleh penulis lain, kolega penulis. Yang berbunyi demikian "Tidak semua yang kita harapkan atau targetkan tercapai dalam waktu yang kita inginkan. Alam semesta yang telah berevolusi 13,8 milyar tahun tidak pernah keliru urutan. Semua datang tepat pada waktunya". Tetapi kenapa manusia mesti masih ada gusar dan gundah gulana? Ini yang menarik saat dituliskan.

Sudah menjadi pengalaman empiris lama. Tugas kita hanya jalankan domain yang menjadi tanggung jawab sendiri, yaitu ikhtiar semaksimal mungkin, kerjakan tugas dengan kemampuan terbaik. Hasil dan penilaian jangan diminta dengan cepat diberikan oleh dosen, atasan, ataupun orang lain. Jadinya tidak baik, bisa stres, kalau yang ditunggu tidak kadung menjawab, kasihan!

Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Bola sudah di tangan pihak lain, bisa di tangan Sang Pemilik Alam, bisa di tangan dosen, bisa di tangan atasan, atau malah bisa di tangan orang lain. Itu semua bukan berada di kendali diri. Kenapa mesti bingung dan mengejar terus. Bisa jadi masih manusia, semua maunya sat set tidak pakai lama. Apa tidak ingat ajaran Presiden Jokowi ojo kesusu ora apik!

Sebuah tulisan dibuat banyak sekali manfaatnya. Setidaknya sebagai terapi diri sendiri. Agar selalu bahagia terhadap penantian yang tak kunjung didapat. Setelah berusaha maksimal, pasrah adalah cara terbaik. Percayakan semua akan di urus olehNya. Dan pada saatnya yang tepat, berita indah itu akan diberikan kepada kita plus hadiah atas kesabaran kita. Kejadian seperti ini sudah terbukti berkali-kali dialami oleh penulis dalam setiap persoalan hidup dan pekerjaan yang dialaminya. Saya kira Anda sebagai pembaca tulisan ini juga demikian bukan? Terus kenapa kita masih mengejar dan menanyakan terus kalau sudah percaya sepenuhnya kepadaNya! Tentang hasil. Jangan sampai membuat beliau tidak berkenan.

Jadi habiskan itu minuman kopinya. Berbahagialah. Dan mulailah menjemput orderannya. Persoalan yang belum selesai, masih menunggu persetujuan. Entah persetujuan siapapun, lupakan. Bersenang-senanglah pada pagi hari ini. Terlalu kecil masalahmu dibanding Kasih dan SayangNya! Amin.

Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

 

11 November 2022, Taman Bungkul Surabaya

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru