Membaca Sambil Ngemil Lalu Mengikatnya Menjadi Sebuah Tulisan

jatimupdate.id
catatan Mas AAS

Mas Hernowo tak hanya bicara tentang keterampilan baca-tulis; lebih dari itu, dia terutama bicara tentang sebuah kehidupan yang bermakna. Saya kira tidak berlebihan mengatakan beliau demikian. Karena saya banyak belajar perihal bagaimana memahat huruf yang baik dan benar darinya.

Pagi yang redup di Surabaya tak ingin membuat nyali saya surut. Usai antar istri ke pasar, dan bebersih rumah, segeralah mandi, dan lalu me time sejenak menghibur diri sendiri.

Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Secangkir kopi tak lupa menemani. Dan sepiring pisang goreng tersaji siap dinikmati di emper rumah. Nikmat mana lagi yang akan kita dustakan. Alhamdulilah!

Dan dua buku sudah siap saya baca sambil ngemil dengan pelan-pelan. Membaca ulang kedua buku ini tak pernah membuat saya bosan!

Saya buka kembali buku kitab suci tentang bagaimana cara menulis juga membaca yang baik. Betul, buku kitab suci saya itu berjudul "Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza" dan "Mengikat Makna Update". Keduanya karya Mas Hernowo. Salah satu mentor di dalam saya belajar menulis yang begitu sangat saya hormati karena saya begitu banyak belajar dan mendapat ilmu dari buku karya-karyanya!

Pada buku pertama saya jadi ingat diajarkan oleh beliau bagaimana cara menyerap gizi dari sebuah buku secara maksimal. Tidak sekadar membaca saja. Membaca adalah kegiatan "active reading". Diusahakan mampu menggali setiap makna tentang sesuatu yang sudah dibaca, lalu saat membaca jangan pernah melewatkan sebuah istilah atau kata yang tidak dimengerti, dan ambillah jeda saat melakukan kegiatan membaca agar mampu menangkap dan mengikat makna yang lengkap dari kegiatan membaca. Dengan menuliskannya kemudian.

Itulah sabda pertama dari mas Hernowo tentang bagaimana cara membaca yang baik. Yang disampaikan di dalam buku "Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza". Bagaimanapun membaca adalah cara paling efektif belajar menulis.

Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Kemudian dilanjutkan dengan membaca kitab suci kepenulisan saya yang kedua yaitu buku berjudul "Mengikat Makna Update". Di dalam buku ini, mas Hernowo memberikan sebuah petunjuk pentingnya membuat sebuah peta pemikiran, lazim kemudian disebut membuat sebuah mind mapping akan setiap topik dan tema yang hendak ditulis.

Tidak cukup di situ saja. Esensi dari isi buku ini, adalah bahwa menjadi penting setiap pembaca buku itu mampu menuliskan kembali dengan bahasanya sendiri, tentang isi buku yang sudah dilahap, dipahaminya dengan baik. Kegiatan ini adalah ritual wajib yang harus dilakukan oleh seorang penulis. Tanpa melakukan ritus ini lupakan mau menjadi penulis.

Disampaikan juga bahwa secara mendasar ada 4 pilar utama di dalam kegiatan "mengikat makna" itu sendiri. Pertama kegiatan mengikat makna adalah memadukan kegiatan membaca dan menulis. Kedua, mengikat makna adalah kegiatan personal melibatkan diri pribadi yang paling terdalam saat membaca dan kemudian mengikat ilmunya dengan membuat tulisan yang baru. Ketiga, mengikat makna memerlukan kontinuitas dan konsistensi karena mengikat makna layaknya sebuah keterampilan yang kudu dilatih terus menerus. Keempat, mengikat makna akan efektif bila menggunakan teknik membaca dan menulis yang berbasis kan kerja otak yang disebut sebagai "brain based writing". Lakukan kegiatan menulis menggunakan otak kanan yang kreatif lalu edit lah kemudian dengan otak kiri yang runtut, urut, cara kerjanya!

Inti utama di dalam buku mengikat makna update adalah: memetik manfaat, tunjukkan manfaat, dan rasakan langsung saat melakukan kegiatan membaca lalu menulislah.

Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Saya kira meski dengan terbata. Pagi ini saya membaca kembali. Lembar demi lembar isi kedua buku kitab suci kepenulisan saya di atas. Dan kemudian ditutup bukunya, dan maknanya coba saya panggil lalu tulis ulang kembali sepemahaman yang mampu saya ikat maknanya. Yaitu tulisan ini.

Demikian, terima kasih. Selamat menikmati hari weekend Anda. Kiranya kesehatan, kebahagiaan senantiasa terlimpah pada Anda sekeluarga, amin yra.


AAS, 24 Desember 2022
Emper Rumah Rungkut Surabaya

Editor : Nasirudin

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru