Inspirasi Ide Tulisan Sudah Ada Di Dalam Diri, Tidak Perlu Dicari

jatimupdate.id

"Ide cemerlang tidak menjamin penemuan yang sukses. Keajaiban sesungguhnya berasal dari ide brilian yang dipadukan dengan kemauan keras, keuletan, dan dan kemauan untuk membuat kesalahan." (Lori Greiner)


Inspirasi adalah sebuah sumber ide atau gagasan yang bisa aku tenun satu demi satu menjadi sebuah tulisan. Inspirasi tak harus aku peroleh dari sebuah bacaan berupa teks yang aku peroleh saat membaca sebuah buku.

Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Namun bisa dari intuisi, bagaimana aku harus berpendapat serta berpikir memikirkan sebuah kejadian atau fenomena keseharian.

Fenomena keseharian di atas sudah mampu meletupkan pikiran ini untuk memberi perintah kepada jemari buat menulisnya! Mengelaborasi serta memberi makna atas sebuah peristiwa lalu diinterpretasikan seturut value dan sudut pandang menjadi sebuah tulisan narasi.

Dan dari sinilah menariknya membuat sebuah tulisan itu.

Dari sebuah buku aku mendapatkan sumber tekstual. Dari intuisi aku mendapatkan sumber kontekstual saat menulis.

Dan sejujurnya aku sangat menikmati sebuah tulisan kontekstual yang dibuat oleh para esais dan kolumnis yang bagus di negeri ini.

Sebut saja ada; Kang Sobari, Kang Ainun, Kang Danarto, juga Romo Sindhunata.

Dari tulisan-tulisan mereka aku bisa mereguk nikmatnya sebuah kedalaman makna dari sebuah peristiwa. Dikisahkan dengan sebuah narasi yang begitu ciamik, membuat pikiran ini mau berpikir, serta hati juga jiwa ini menjadi semakin murni seturut fitrahnya yang suci!

Merenung adalah mengasah sebuah intuisi. Darinya sebuah makna tentang banyak peristiwa bisa ditulis.

Peristiwa tentang bangun tidur kita tadi pagi. Peristiwa kejadian yang dialami di keluarga. Peristiwa tentang hewan peliharaan kita, semisal kucing dan burung-burung berkicau yang berada di rumah. Bahkan peristiwa perihal kegagalan dan keberhasilan dalam melakukan sesuatu.

Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Itu semua bila ditulis oleh penulisnya dengan dikasih bumbu yang lengkap. Ditulis dari hatinya, diberi makna untuk setiap diksi yang ditulisnya. Jadilah sebuah tulisan yang menjadi sebuah suguhan, kudapan, yang mampu memperkuat hati pembacanya dalam menjalani hidupnya sehari-hari. Dan itu salah satu tugas kehidupan manusia, membuat manusia lainnya bisa berbahagia.

Tulisan buruk itu baik. Tulisan baik tentu tidak buruk. Dari keduanya kita sebagai pembaca bisa juga tersenyum bahagia kok.

Dan saya kira manusia yang pernah mangan bangku sekolahan layak membuat tulisan yang semacam itu. Karena saya sangat percaya setiap tulisan pasti ada jodohnya, pasti ada yang membacanya.

Dan sekarang bisa jadi Anda sedang memahat tulisan kontekstual Anda itu. Lalu Anda wartakan ke seluruh mahkluk di planet ini. Siapa tahu saja, ada pembaca yang sangat membutuhkan tulisan dari Anda itu.

Bisa jadi tulisan tentang perjalanan Anda ke kantor, ke kampus, ke pasar. Boleh juga tulisan tentang kegiatan olahraga pagi Anda tadi, atau bisa jadi tentang tulisan cerita soal proposal Anda yang ditolak oleh dosen Anda, kalau sekarang sedang berstatus menjadi mahasiswa, upps.

Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Pastilah itu jadi sebuah kontribusi nyata dari diri kita masing-masing untuk membuat ruang-ruang di dunia maya kita pada pagi dan hari ini menjadi semakin bewarna.

Setujukah Anda?

Kalau saya, sih, yessss...

 

AAS, 26 Desember 2022
Rungkut Surabaya

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru