Mengabdi Kepada Kehidupan

jatimupdate.id
Mengabdi Kepada Kehidupan

Alhamdulilah masih bertemu dengan kehidupan kembali. Pada pagi ini. Anugerah ini sangat layak dan patut disyukuri!

Banyak cara untuk melakukan syukur untuk menghormat dan menghargai hidup ini. Pada setiap orang. Tak cukup ucapan saja. Meski itu juga perlu meski hanya berupa tindakan minimal yang bisa dilakukan.

Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Leonardo Davinci kembali mendekap tempura dan minyak di dinding, lalu setelahnya ia akan memulas kembali bahan utama yang ingin dilukisnya di kanvas. Begitu cara ia mensyukuri hidupnya sebagai seorang seniman dan pelukis dunia.

Seorang Fuhrer dari Jerman pun juga mengatakan demikian. Ia hidupkan hasrat juga jiwanya untuk menulis memilih huruf juga kata dan kalimat bagi buku mein kampf (Perjuangan ku atau Pertarungan ku). Meski belakangan hari itu menyajikan cerita sejarah yang mengenaskan. Meski demikian spirit syukur itu ia wujudkan dalam tindakan nyata. Membuat guidance membangun sebuah ideologi bagi bangsanya.

Tak cukup di situ. Bagaimana mensyukuri hidup itu dengan apik dicontohkan oleh para founding father di negeri tercinta. Sukarno membangun konsep bagaimana sebuah ideologi negara dibuat, lahirlah Pancasila, meski kemudian itu dikembangkan dan disempurnakan oleh yang lainnya. Syahrir membulatkan perjuangan hidupnya demi bangsa dan negara yang ia cintai ini, disematkan dalam sebuah sabda agungnya," Hidup yang tidak dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan!"

Mungkin juga Hatta. Aku tidak akan beli sepatu Beli. Bila negara ini belum merdeka. Mungkin itu ikrar dalam hidupnya bapak Koperasi Indonesia itu. Begitulah Wakil Presiden pertama Indonesia, bersyukur atas hidupnya dengan tindakan nyata.

Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Tentu teladan bagaimana cara bersyukur dengan sebuah tindakan nyata. Akan banyak kita temukan pada orang dan pada profesi yang lainnya.

Pesannya sama yaitu bersyukur dengan berkarya kembali. Berbuat lagi, membangun legacy kehidupan lagi. Terus dan terus seperti itu. Sampai kapan? Sampai waktu kontrak hidupnya habis di dunia ini!

Dalam kitab dan setiap ajaran agama dan ajaran kebaikan di bumi ini. Bersyukur telah menjadi kata kunci yang sama dan sama-sama diakui oleh seluruh penduduk bumi. Bahwa syukur itu adalah cara terbaik seorang manusia mengabdi pada kehidupan ini.

Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Sudah menjadi DNA manusia. Jauh di dalam sel-sel di dalam tubuhnya yang fisik itu ada sebuah talent yang merupakan keunggulan, ciri utama, dan mampu jadi pembeda dirinya dengan mahkluk yang lainnya yang berada di hamparan semesta ini. Dan semua orang-orang sejak dari dahulu hingga sekarang bahkan nanti dikemudian hari. Mendorong kita menemukannya. Dan diminta menghidupi bakat itu, rawat anugerah itu, buat pembeda itu semakin jelas terlihat. Pekerjaan menemukan talent lalu bertekun di situ, hingga menemukan visi dan misi hidupnya yang suci dari seorang manusia lalu bisa berkontribusi kepada seluruh penduduk di bumi. Itulah dedikasi, itulah konsisten, itulah bersyukur, itulah cara mengabdi yang pas dan pener setidaknya itu menurutku!

Selamat pagi, selamat mengukir karya teruntuk Anda semuanya.


AAS, 01 Maret 2023
Taman Bungkul Surabaya

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru