Dalam dunia profesional, personal branding atau citra diri menjadi salah satu elemen yang penting dalam membangun karier seseorang.
Personal branding ini lekat dengan persepsi. Seseorang dicitrakan apa oleh orang lain. Persepsi ini bisa dilihat dari beberapa faktor: keahlian, kepribadian, juga bisa jadi sikap!
Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut
Kadang kita mendefinisikan diri atau mendefinisikan orang lain. Berdasarkan pekerjaan mungkin juga kegiatan yang dilakukan secara repetisi dalam waktu yang lama.
Ia seorang penulis karena pekerjaannya sebagai penulis, atau tiada hari, pastilah ia menuangkan gagasan juga ide pikiran nya lewat tulisan. Hal itu dilakukannya dengan senang, riang, dan gembira!
Pertanyaannya apakah kita sudah memiliki personal branding yang tepat, sesuai impian dan harapan kita masing-masing? Bagi saya ini pertanyaan penting juga genting yang kudu kita jawab!
Apakah juga kegiatan menulis sudah menjadi hoby bahkan lebih dari itu. Semisal kebiasaan menulis setiap hari sudah menjadi ritme dalam hidup seseorang. Tanpanya ia mengalami sesuatu pada hari itu. Ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya.
Menulis bagi orang tersebut sudah menjadi kebutuhan bukan keinginan lagi. Menulis sudah bukan untuk mencari pengakuan diri namun lebih kepada sebuah cara untuk mengabdi kepada kehidupan ini! Apakah sampai di level itu, kita mengalami sesuatu atas yang kita kerjakan rutin dalam kehidupan sehari-hari. Tidak saja menulis. Bisa melukis, atlit pemain basket, penyanyi, bahkan seorang master ceremony alias seorang MC. Mereka selalu berenang, bersenang-senang membangun, menghidupi sesuatu kegiatan yang begitu di senanginya.
Dalam kasus saya bisa jadi kegiatan menulis atau menuangkan gagasan, pikiran, dengan tulisan, telah menjadi nyawa dan ruh hidup saya. Setidaknya sampai pada tulisan ini saya buat pada malam ini!
Dan sudah kah saya mampu menantang diri sendiri: untuk mampu menulis dengan berbagai genre kepenulisan yang ada. Ternyata saya sendiri masih belum lakukan itu. Tulisan saya masih dikatakan mengikuti satu jenis tulisan saja---deskripsi naratif. Acap kali saya ingin mencoba jenis tulisan lainnya. Menulis esai, opini, tulisan full ilmiah, atau kadang sebuah tulisan full fiksi. Hari-hari saya lewati selalu penuh selidik dan periksa untuk mengintip jenis-jenis tulisan dari para legenda di bidangnya. Yang sudah mampu menulis di luar kolam kekuatan saya sehari-hari dalam memahat huruf.
Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah
Saya sadar itu, dan mulai ACTION dan belajar lagi. Belajarnya ya lagi-lagi menulis kembali. Tak ada cara lain. Tentu saja dihidupi oleh api semangat diri dan bahan bakar yang banyak yaitu bacaan yang terukur dan sesuai dengan topik tulisan yang saya buat!
Kehidupan sehari-hari berkutat dengan berbagai macam bacaan dan genre tulisan yang perlu saya pelajari. Bisa jadi hal inilah yang bisa disebut dengan membangun personal branding diri dengan menulis.
Bagaimana apakah Anda juga sepakat dengan saya? Atau punya pendapat yang berbeda?
Yang jelas. Saya sudah merasa lega dan hidup saya pada hari ini. Sudah merasa bermanfaat dan hidup ini serasa ada artinya. Saat tulisan ini sudah saya buat. Setidaknya untuk hari ini.
Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil
Karena seharian ini tadi saya belum sempat hasilkan tulisan. Barang satu judul tulisan pun. Karena saya sibuk kerja jadi ojek online, seharian ini tadi. Dan lumayan banyak hasil orderan pada hari ini. Uangnya untuk beli makanan para anabul (kucing hewan peliharaan) di rumah juga beli sesuatu buat keluarga.
Demikian.
Maturnuwun Gusti.
AAS, 28 Februari 2023
Warkop Rungkut Surabaya
Editor : Redaksi