Tragis! Seorang Wanita Menjemput Maut di Perlintasan Kereta Api Semarang

Reporter : Yuris. T. Hidayat
Tabrakan maut antara kereta api dan sepeda motor di perlintasan KA tanpa palang

Semarang, JatimUPdate.id - Tabrakan maut antara kereta api dan sepeda motor kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu menjelang malam Sura, Sabtu (6/7) sekitar 14.26 WIB.

Kejadian tragis ini melibatkan Kereta Api (KA) Joglosemarkerto dengan sepeda motor yang dikendarai Dewi Ariyani di daerah Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Kota Semarang.

Baca juga: Proyek KRL Surabaya Raya Dimulai 2027, Anggaran Capai Rp5,4 Triliun

Manager Humas DAOP 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa masinis sudah berulang kali membunyikan klakson otomotif sebelum pengendara sepeda motor nekat menerobos sehingga kecelakaan tidak dapat dihindarkan.

"Tidak ada kerusakan sarana pada KA 6 Joglosemarkerto. Tapi ada keterlambatan sebanyak 7 menit untuk pemeriksaan sarana oleh masinis di Stasiun Alastua," ungkap Franoto, Sabtu (6/7).

Pihaknya segera berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk melakukan evakuasi setelah mendapat laporan akan kecelakaan tersebut.

Baca juga: Menko Pangan : BUMDesa dan KDMP Akan Jadi Pemasok Kebutuhan Program MBG

Franoto menyampaikan bahwa KAI menyesalkan dan turut berempati atas hilangnya nyawa korban. Ia berjanji KAI akan selalu mengupayakan sosialisasi sebagai bentuk pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang.

"Kami menegaskan kembali kepada masyarakat pengguna jalan sesuai UU No 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian dan UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, bahwa pengendara wajib mendahulukan perjalanan KA ketika akan melewati perlintasan sebidang," pungkasnya.

Baca juga: Di Antara Rapat, Rel, dan Rasa Syukur

Tragedi maut ini mengingatkan kepada tragedi yang terjadi tepat setahun lalu menjelang malam Sura antara KA Brantas dengan truk trailer di perlintasan Jalan Madukoro, Kota Semarang, Selasa (18/7).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam ledakan dan kebakaran hebat yang diakibatkan dari peristiwa tersebut.

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru