Surabaya, JatimUPdate.id - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Imam Syafi'i menganggap, proyek pembangunan tunnel Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) tidak memiliki urgensi cukup signifikan.
"Kami mempertanyakan kepentingan di balik proyek terowongan ini, kalau dihitung, lebih dianggap untuk menguntungkan KBS. Maka tidak perlu ada jalan kaki untuk terowongan itu," kata Imam kepada wartawan, Rabu (17/7).
Baca juga: KTR di DPRD Surabaya Berlaku: Komisi D Malah Heran Tanpa Smoking Area, Mereka Punya Hak!
Ia memaparkan, proyek yang menelan anggaran Rp32 Miliar itu sebelumnya pernah dicoret. Sayangnya, sebut legislator Partai NasDem tersebut, proyek tunnel TIJ dilaksanakan tanpa alasan yang jelas
Sehingga lanjut eks aktivis PMII itu, menimbulkan dugaan adanya penyelundupan dalam proses anggaran.
"Saya terus terang merasa kecolongan," ungkapnya.
Baca juga: Pemkot Blokir Adminduk Mantan Suami Abai Nafkah, Komisi A: Langkah Tegas Beri Efek Jera
Imam membeberkan, saat rapat Banggar Senin (15/7), ia meminta proyek tersebut tidak dipercepat. Bahkan mendesak DPRD meninjau lebih lanjut.
Pun Imam menegaskan, akan menolak tambahan anggaran untuk proyek terowongan tersebut.
"Saya akan menolak tambahan anggaran itu, karena tidak prioritas." tegas Imam.
Baca juga: KTR di DPRD Surabaya, Dewan: Harus Bijak Sediakan Smoking Area
Maka dari itu, dia meminta Sekda Kota Surabaya, untuk proyek strategis lainnya dilaksanakan pada tahun berikutnya.
"Saya minta kalau nanti ada tambahan anggaran untuk tunnel itu. Saya akan menolak itu, karena kami kecolongan. Terus terang, urgensinya tidak terlalu penting," demikian Imam Syafi'i. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman