Surabaya, JatimUPdate.id - Wakil Walikota Surabaya Armuji (Cak Ji) mengatakan, konflik berkepanjangan terkait iuran sekolah Petra Surabaya dan 3 RW Komplek Perumahan Tompotika berakhir damai.
Hal itu, setelah di mediasi oleh pemerintah kota Surabaya dengan mengundang RW Manyar Tompotika, Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Dinas Perhubungan, Sekolah Petra Manyar, Kepolisian Sektor Sukolilo hingga Komisi C DPRD Kota Surabaya.
Baca juga: Proyek Gorong-gorong Margorejo Makan Korban, Pakar Hukum: Warga Bisa Gugat Pemerintah
Mediasi berlangsung di Balaikota Surabaya, pada Selasa (6/8).
Melalui keterangannya yang diterima, Rabu (7/8) Cak Ji menjelaskan, Sekolah Petra Manyar tidak lagi membayar iuran senilai Rp 32 juta ke bendahara keamanan RW, diganti dengan penyaluran CSR untuk pembersihan lingkungan sekitar, serta bantuan keamanan.
"Semakin maju kota Surabaya menambah tinggi potensi konflik sosial di kota pahlawan sehingga membutuhkan respon cepat, terbuka dan akomodatif bagi masyarakat." tutur Cak Ji.
Baca juga: Darurat Perlindungan Anak: Berhentilah Mengejar Validasi di Atas Kertas!
"Orang surabaya itu ibarat Udeng , tegas dan gamblang ramai didepan lalu saat dicarikan solusi duduk bersama selesai ya selesai,“ katanya.
Dirinya juga berharap, tidak terulang lagi masalah seperti ini karena akan merugikan kepentingan sesama warga kota Surabaya sendiri.
Baca juga: Penghuni Rusun Urip Sumoharjo Sambat, Retribusi Dianggap Mencekik, Tak Bisa Bawa Keluarga Masuk
Oleh karena itu dirinya selalu cepat memberikan respon terhadap sebuah keluhan sehingga tidak berlarut - larut.
"Ojok sampek kejadian maneh , kalau ada kurang pas nya disampaikan didepan sebagai sarana untuk kita supaya introspeks," demikian Cak Ji
Editor : Miftahul Rachman