Anas Urbaningrum Kunjungi Graha Yakusa Malang

Reporter : Shofa
Ketua Umum PB HMI 1997-1999 yang juga eks Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaingrum, saat mengunjungi Graha Yakusa Malang dan menemui Founder sekaligus pengelola dari Graha Yakusa Malang, Muhlis Ali, pada Kamis (26/9) lalu.

Malang, JatimUPdate.id - Politisi senior dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengunjungi Graha Yakusa di Malang pada Kamis (26/9/24). Kunjungan ini dilakukan setelah Anas menjadi pembicara dalam acara Mimbar Akademis yang digelar di UB Coffee, Malang, pada hari yang sama. Kehadirannya di Malang menjadi bagian dari safari politik yang dilakukannya awal tahun ini.

Anas Urbaningrum, yang dikenal dengan pandangan politiknya yang tajam dan reformis, menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan pandangan terbaru mengenai situasi politik nasional. Ia juga mengulas pentingnya peran organisasi intelektual dalam membentuk iklim politik yang sehat dan dinamis.

Baca juga: Muhlis Ali dan Graha Yakusa: Rumah Belajar Aktivis Masa Depan

Dalam kunjungannya ke Graha Yakusa, Anas menyoroti peran penting Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai komunitas intelektual. Menurut Anas, HMI berbeda dari organisasi lainnya karena selalu mampu mengambil posisi penting dalam berbagai situasi dan di semua level, baik lokal maupun nasional.

"Komunitas intelektual HMI dalam keadaan apapun siap mengambil posisi pada level apapun, dan HMI selalu berbeda dengan komunitas-komunitas lainnya," ujar Anas di hadapan para hadirin. Pernyataan tersebut mempertegas peran HMI sebagai organisasi yang konsisten dalam menjaga visi dan misinya.

Anas, yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PB HMI, juga menekankan bahwa selain memperhatikan kualitas kader, HMI perlu memperkuat kuantitas anggotanya. Ia menilai bahwa keseimbangan antara kualitas dan kuantitas kader merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan organisasi.

Menurutnya, kualitas kader memang penting untuk menjaga standar intelektual dan moral organisasi, namun kuantitas kader yang memadai juga memainkan peran penting dalam menjaga eksistensi dan pengaruh HMI di tengah masyarakat. Anas percaya bahwa dengan kombinasi keduanya, HMI akan mampu terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Anas juga mengingatkan bahwa dalam menghadapi perubahan zaman, HMI harus adaptif dan fleksibel. Ia menegaskan bahwa HMI harus mampu merespons berbagai tantangan yang muncul seiring dengan perkembangan politik dan sosial di Indonesia. Kepekaan terhadap dinamika sosial dan politik menurutnya menjadi modal penting bagi HMI.

Di sisi lain, Anas juga menyampaikan pandangan bahwa HMI memiliki tanggung jawab besar untuk terus mengawal demokrasi di Indonesia. Peran HMI tidak hanya sekedar mencetak kader intelektual, tetapi juga kader yang siap berkontribusi secara langsung dalam dunia politik dan pemerintahan.

Baca juga: Kunjungi Lokasi Bencana, Anas Urbaningrum : Bencana Ini Berat, Tapi Kita Akan Pulih

Mengakhiri kunjungannya, Anas menyatakan keyakinannya bahwa HMI akan tetap menjadi salah satu kekuatan intelektual yang diperhitungkan di Indonesia. Ia berharap HMI terus melahirkan kader-kader yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa.

Best Practise dan Replikasi

Disisi lain, Anas juga menyitir perlunya tempat perkaderan untuk menjadi pabrik mencetak aktivis kampus melalui organisasi kemahasiswaan.

"Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh saudara saya, Muhlis Ali. Dulu saya tidak membayangkan, merintis tempat ini akan menjadi markas kaderisasi seintensif ini,"pungkas Anas.

Baca juga: Energi Mengalir, Rakyat Tertinggal: Seruan Ketum HIGEMURA untuk Keadilan Madura

"Graha Yakusa adalah Pabrik Kader dan Intelektual, mesti semakin diperbanyak jumlah pesebarannya di Indonesia. Grha Yakusa adalah bentuk model dan best pratise bagi alumni HMI atau organisasi ekstra kampus dalam terus menjaga marwah keberlangsungan kaderisasi kepemimpinan yang terlahir dari organisasi kemahasiswaan. Model Grha Yakusa mesti di replikasi ke sejumlah wilayah," imbuh Alumnus Universitas Airlangga itu.

Sebagaimana diketahui, Graha Yakusa Malang terletak di desa Banjarejo Pagelaran Kabupaten Malang. Sejak akhir 2019, Graha Yakusa digunakan untuk kegiatannya Latihan Kader (LK 1) HMI, Latihan Kader Kohati (LDK), kegiatan Badan Pengelola Latihan HMIMalang Raya dan Nasional, diskusi, Rapat Anggota Komisariat (RAK) HMI, rapat kerja cabang dan kegiatan lainnya

"Kedepan akan dimaksimalkan lagi untuk bisa digunakan kegiatan tingkat regional Jawa Timur dan nasional,"ujar pemilik Graha Yakusa Malang, Muhlis Ali (*).

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru