Rakerwil LHKP PWM Jawa Timur

Saleh Daulay ajak Muhammadiyah dukung program Prabowo

Reporter : -
Saleh Daulay ajak Muhammadiyah dukung program Prabowo
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay saat hadir dan memberikan materi di dalam Rakerwil LHKP PWM Jawa Timur, Minggu (16/02/2025)

 

Surabaya, JatimUPdate.id : Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengajak kepada kader-kader Muhammadiyah di Jawa Timur untuk mendukung program-program Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Emil: Ancaman Lingkungan dan Disrupsi AI Nyata, Muhammadiyah Diminta Cetak Generasi Tangguh

Ajakan tersebut disampaikan Saleh saat memberikan ceramah pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim yang berlangsung di Aula Mas Mansur Kantor PWM Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1, Surabaya, pada Ahad.

"Kita saat ini fokus bagaimana pariwisata bisa berkembang. Harus ada payung hukumnya kan ? Ini sedang kita perbaiki. Ini salah satu fungsi legislasi. Pak Prabowo itu tidak macam-macam, yang penting undang-undang sekarang bisa digunakan untuk melayani masyarakat," katanya.

Saleh juga mengatakan bawa kita sekarang sedang melakukan efisiensi dan penghematan anggaran.

"Penghematan anggaran ini satu kementerian dan lembaga sampai ada yang 60 persen. Kalau punya satu triliun berarti dipotong 600 miliar sisa 400 miliar. Ada instansi yang defisit karena uangnya kurang," katanya.

Dia mengatakan penghematani dilakukan karena Pak Prabowo sedang membuat program-program kerakyatan yang baru dan pemberdayaan masyarakat yang baru.

"Terutama makan bergizi gratis termasuk pelayanan kesehatan saat ulang tahun ditambah program-program sosial lain yang membutuhkan anggaran kaena itu dari sisi anggaran Pak Prabowo melaksanakan efisensi yang besar terutama pejalanan dinas, pembelian ATK, rapat-rapat di hotel. Itu di efisienkan semua," katanya.

Pak Prabowo juga sedang melakukan penambahan APBN dengan melakukan efisiensi.

Sementara itu pada kesempatan yang sama penasehat Menteri Desa, Prof Dr Zainuddin Maliki mengatakan Kementerian Desa juga melakukan program-program baru sebagaimana arahan Presiden Prabowo.

Program-program tersebut yakni revitalisasi Badan Usaha Milik (BUM) Desa, peningkatan ketahanan pangan local desa, desa swasembada energi dan air, pengembangan desa ekspor, pemuda dan pemudi pelopor desa, sinkronisasi dan konsolidasi program kementerian atau Lembaga masuk desa, digitalisasi desa, peningkatan investasi desa, penguatan pengawasan dan tata Kelola desa, desa berketahanan iklim dan percepatan pembangunan daerah tertinggal.

Baca Juga: Berkah Melimpah di Unmuh Jember, PWM Jatim Bagikan 11 Paket Umrah pada Kajian Ramadan 1447 H

Dalam Rakerwil turut dihadiri Ketua PWM Jatim, Dr dr Sukadiono, Ketua LHKP PP Muhammadiyah Dr. Ridho Al-Hamdi, Wakil Ketua PWM Jatim M. Khorul Abduh, Ketua LHKP Jatim, Muhammad Mirdasy dan perwakilan pengurus LHKP PDM se-Jatim.

"Pariwisata Indonesia ini kita inginnya berkontestasi secara global tentunya kita berharap tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia ini mampu bersaing dengan tempat-tempat wisata yang ada di luar negeri. Contohnya di wilayah ASEAN saja kita masih sedikit tertinggal," katanya.

Menurut politikus PAN ini banyak faktor yang menyebabkan ketertinggalan sektor pariwisata di Indonesia dan salah satu faktornya adalah manajemen pemerintah.

"Untuk memperbaiki manajemen ini dimulai dari perbaikan undang-undang. Komisi VII sekarang sedang membahas Undang-Undang Pariwisata dan kalau sudah selesai nanti ada nomenklatur baru yang disesuaikan dengan konteks sekarang," katanya.

Kelemahan yang kedua, ujar Saleh, adalah mentalitas masyarakat kita.

Baca Juga: Membangun Tradisi Baru: Merefleksikan 25 Tahun Muhammadiyah Jawa Timur, Meneguhkan Arah Gerakan

"Secara umum masyarakat kita belum memahami esensi pentingnya dunia pariwisata. Ketika orang lain berkunjung ke suatu tempat ada saja problemnya misalnya kurang ramah, ada yang kasar, ada pencurian, kemudian tidak bersih tempatnya misalnya pas datang ke kamar mandi, itu kan jadi tantangan. Kalau melihat begitu orang jadi malas," katanya.

Tentang kontribusi yang memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat. Masyarakat diharapkan bisa hadir. Untuk menjelaskan betapa pentingnya pariwisata ini.

Yang perlu diajarkan Muhammadiyah adalah bagaimana agar budaya setempat tetap terjaga. Jangan malah budaya orang asing yang dominan sehingga budaya lokalnya hilang. Muhammadiyah bisa juga mengajarkan agar masyarakat berdisiplin hormat kepada tamu.

Muhammadiyah juga bisa mengajarkan kepada masyarakat untuk menjalankan bisnis pariwata yang benar sehingga kita bisa mengharapkan keuntungan yang benar dari pariwisata.

Yang paling Utama agar Muhammadiyah mengajarkan akhlak yang benar sehingga tidak ada kendala apapun Ketika orang asing datang. (roy/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat