Serap Aspirasi Warga, Ghofar Ismail Desak Pemkot Surabaya Tuntaskan Banjir dan Pendidikan

Reporter : -
Serap Aspirasi Warga, Ghofar Ismail Desak Pemkot Surabaya Tuntaskan Banjir dan Pendidikan
Ghofar Ismail, dok Jatimupdate.id/Roy

Surabaya, JatimUPdate.id – Anggota DPRD Surabaya, Ghofar Ismail, menyampaikan hasil reses yang berlangsung 10-17 Februari. Ia menyoroti tiga masalah utama yang dikeluhkan warga di Dapil 4, yakni bantuan sosial, banjir, dan pendidikan.

Menurut Ghofar, banyak warga yang sebelumnya terdaftar sebagai penerima manfaat program bantuan sosial (MPR), kini justru tidak masuk dalam data terbaru. Ia meminta Pemkot Surabaya segera mengevaluasi kebijakan ini agar bantuan tepat sasaran.

Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

“Banyak warga mengeluh karena tiba-tiba namanya hilang dari daftar penerima. Ini harus segera ditangani,” katanya, Senin (17/2)

Selain itu, Ghofar juga menyoroti persoalan banjir yang masih menghantui beberapa wilayah di Dapil 4. Ia meminta Dinas PU Bina Marga dan Pematusan mengambil langkah lebih agresif agar saluran air berfungsi maksimal.

“Jangan sampai banjir terus berulang setiap musim hujan. Harus ada program berkelanjutan supaya wilayah ini benar-benar bebas genangan,” tegasnya.

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Di sektor pendidikan, Ghofar menyoroti banyaknya warga yang tidak mendapatkan tempat di sekolah negeri di wilayahnya. Ia mendesak Pemkot Surabaya memastikan sistem zonasi berjalan adil.

“Kami mendorong agar anggaran 2025 bisa menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai warga Surabaya kesulitan masuk sekolah negeri di daerahnya sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Meski begitu, Ghofar mengapresiasi perbaikan gorong-gorong yang mulai berjalan di beberapa titik kota. Namun, ia menegaskan proyek tersebut harus dituntaskan pada 2025 agar hasilnya lebih optimal.

“Harapan saya ini benar-benar diselesaikan, jangan setengah-setengah,” demikian Ghofar Ismail. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman