Tepis Adanya Jual Beli Jabatan
Gus Barra Pastikan Pimpin Mojokerto dengan Clean Governance
Kabupaten Mojokerto : Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa bersemangat untuk membeberkan program prioritas sebagai visi lima tahun ke depan bersama wakilnya Muhammad Rizal Oktavian saat memimpin apel perdana bersama jajaran perangkat daerah di halaman kantor Pemkab Mojokerto, Senin (3/3).
Gus Barra, begitu panggilan akrabnya telah memastikan tidak ada praktik jual beli jabatan pada masa kepemimpinannya.
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Hadiri Peresmian Gedung Desain Komunikasi Visual SMK Mutia Ngoro Mojokerto
’’Saya sebagai Bupati, Muhammad Albarraa dan Muhammad Rizal sebagai wakil bupati, memastikan, kita tidak akan melakukan jual beli jabatan apa pun,’’ tegas Gus Barra saat apel perdananya di kantor pemkab, Senin (03/03/2025).
Hal itu sekaligus menjawab isu yang belakangan beredar di kalangan masyarakat.
Lebih lagi, setelah sebelumnya, Tim Intelijen Korem 082/CPYJ Mojokerto berhasil meringkus Abdullah Harahap alias Asrul, 43, pensiunan TNI-AD yang terlibat penipuan jual beli jabatan berkedok anggota Badan Intelijen Negara (BIN).
’’Masa pemerintahan saya ke depan bersama dengan wakil bupati akan mengutamakan profesionalitas, proporsional, integritas, dan loyalitas,’’ tambah Gus Barra menegaskan.
Lebih jauh Gus Barra bersama jajarannya akan komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil dan makmur sebagaimana visi lima tahun ke depan.
’’Kita akan memberikan penekanan pada empat sasaran pembangunan. Meliputi, peningkatan pelayanan pada masyarakat dan tata kelola pemerintahan, peningkatan SDM yang tangguh, kemandirian ekonomi dan peningkatan pembangunan infrastruktur,’’ jelasnya.
Baca Juga: Buah Durian Lokal Jadi Media Perakat Dan Silaturahmi Anggota Kauje Mojokerto Raya.
Tentunya, empat misi tersebut, kata dia, harus bisa bersinergi dengan kebijakan-kebijakan yang ditentukan oleh pemerintah pusat.
Mengingat, saat era kepemimpinan sekarang ini efisiensi dalam belanja dan pembangunan daerah maupun nasional sedang masif diterapkan.
Gus Barra juga mengungkapkan, hasil mengikuti retreat di Akmil Magelang, akan ada empat hal yang harus diperhatikan dalam kepemimpinannya.
"Empat hal ini di antaranya, sinkronisasi perencanaan pembangunan nasional dan daerah, reformasi birokrasi, kewajiban daerah dalam alokasi anggaran, dan efisiensi dalam belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD 2025,’’ paparnya.
Baca Juga: Ansor Jatim Luncurkan Warung BUMA di Mojokerto
Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko, menambahkan dan memastikan tidak ada jual beli jabatan di lingkup Pemkab Mojokerto.
Pihaknya menjamin, selama periode kepemimpinan Gus Barra-Rizal tidak akan terjadi jual beli jabatan seperti yang dirumorkan.
’’Isu yang memojokkan beliau berdua (Gus Barra dan Rizal) adalah tidak benar. Tidak ada jual beli jabatan di lingkup Pemkab Mojokerto. Termasuk untuk lima tahun ke depan, 2025-2030, dijamin tidak akan ada jual beli jabatan,’’ tegasnya. (radarmojokerto/rio/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat