KH. Zaini Mun’im: Ulama Progresif, Ilmuwan, dan Mujahid Kemerdekaan
Oleh : Ponirin Mika
Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton dan Anggota Community of Critical Social Research Probolinggo, Jurnalis JatimUPdate.id
Baca Juga: Menuju Puasa Melampaui Ritualisme, Menuju Transformasi Spiritual
Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id : Dalam lintasan sejarah ulama di Indonesia, KH. Zaini Mun’im adalah salah satu figur yang tak hanya dikenal sebagai seorang ulama besar, tetapi juga seorang mujahid yang gigih dalam mempertahankan kemerdekaan.
Beliau tidak hanya mengabdikan hidupnya untuk pendidikan dan dakwah, tetapi juga turut serta dalam perjuangan melawan penjajahan demi tegaknya martabat bangsa.
Sikap progresif dan wawasan keilmuannya yang luas menjadikannya sosok yang dihormati serta berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan umat Islam.
Sebagai seorang ulama yang ilmiah, Kiai Zaini Mun’im memiliki perhatian yang besar terhadap ilmu pengetahuan.
Beliau memahami bahwa Islam bukanlah agama yang membatasi pemikiran, tetapi justru menuntun umatnya untuk terus belajar dan berkembang.
Oleh karena itu, beliau mendorong para santrinya untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu-ilmu umum yang dapat memperkuat posisi umat Islam dalam percaturan global.
Salah satu bukti nyata dari keilmuannya adalah banyaknya karya yang beliau tinggalkan.
Karya-karya tersebut mencerminkan kedalaman pemikiran dan kegigihannya dalam mengkaji berbagai persoalan keislaman serta tantangan yang dihadapi umat di zamannya.
Melalui tulisan-tulisannya, beliau mewariskan khazanah keilmuan yang sangat berharga bagi generasi berikutnya.
Namun, keilmuan Kiai Zaini Mun’im tidak hanya terbatas pada teori. Beliau adalah sosok yang mengamalkan ilmunya dalam tindakan nyata.
Sebagai seorang ulama, beliau sangat memahami pentingnya aksi dalam mempertahankan kebenaran.
Itulah sebabnya, beliau turut terjun dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari rongrongan kolonialisme dan imperialisme.
Keberpihakan Kiai Zaini terhadap kemerdekaan bukan hanya karena faktor nasionalisme semata, tetapi juga didasarkan pada keyakinan bahwa Islam menuntut umatnya untuk hidup dalam kebebasan dan kemuliaan.
Beliau memandang bahwa penjajahan adalah bentuk kedzaliman yang harus dilawan.
Oleh karena itu, beliau mendorong para santri dan umat Islam untuk ikut serta dalam perjuangan kemerdekaan dengan semangat jihad fi sabilillah.
Sebagai seorang pengasuh pesantren, Kiai Zaini Mun’im juga dikenal sebagai figur yang mengayomi santri-santrinya.
Baca Juga: Kiai Zuhri Zaini Sebut Memahami Konsekuensi Akhirat Adalah Kunci Ketenangan Hidup
Beliau tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak dan kepemimpinan.
Santri-santrinya dididik untuk menjadi pribadi yang mandiri, berintegritas, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Sikap pengayoman beliau tercermin dalam cara beliau mendidik dan membimbing santri. Beliau senantiasa memberikan perhatian kepada mereka, baik dalam urusan akademik maupun kehidupan sehari-hari.
Bagi beliau, seorang kiai bukan hanya sebagai guru, tetapi juga sebagai orang tua yang bertanggung jawab atas perkembangan moral dan spiritual santrinya.
Di samping itu, Kiai Zaini Mun’im juga memiliki pemikiran yang terbuka terhadap perkembangan zaman. Beliau tidak menolak modernitas, selama hal tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Sikap progresif inilah yang membuat pesantren yang beliau pimpin terus berkembang dan mampu menghasilkan kader-kader ulama serta pemimpin yang memiliki wawasan luas.
Kepemimpinan beliau dalam dunia pesantren juga menunjukkan bagaimana seorang ulama dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial.
Beliau tidak hanya berbicara tentang agama dalam konteks ibadah personal, KH. Zaini Mun’im: Ulama Progresif, Ilmuwan, dan Mujahid Kemerdekaan juga dalam konteks sosial, ekonomi, dan politik. Islam, bagi beliau, adalah agama yang harus memberikan solusi bagi permasalahan kehidupan.
Dalam perjuangannya, Kiai Zaini juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada para santri dan masyarakat. Baginya, mencintai tanah air adalah bagian dari iman.
Baca Juga: Kiai Zuhri Zaini Bedah Karakter Ulama Akhirat di Pengajian Ramadan Nurul Jadid
Oleh karena itu, beliau selalu menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman yang ada di Indonesia.
Keberanian beliau dalam menyuarakan kebenaran juga patut menjadi teladan. Dalam berbagai kesempatan, beliau tidak ragu untuk mengkritik ketidakadilan dan kebijakan yang merugikan rakyat.
Sikap tegas dan keberanian beliau dalam membela yang lemah membuatnya dihormati oleh banyak kalangan.
Sebagai seorang ulama yang progresif, beliau juga menjembatani dialog antara tradisi dan modernitas.
Beliau memahami bahwa Islam tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi ajarannya.
Inilah yang membuat pesantren yang beliau bina tetap relevan dan berperan dalam pembangunan bangsa.
Warisan pemikiran dan perjuangan Kiai Zaini Mun’im tetap hidup hingga saat ini. Semangatnya dalam menegakkan ilmu, keadilan, dan kemerdekaan terus menginspirasi banyak orang.
Generasi muda, khususnya para santri, memiliki tugas untuk melanjutkan perjuangan beliau dalam membangun bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan keadilan sosial.
Dalam sejarah ulama di Indonesia, nama Kiai Zaini Mun’im akan selalu dikenang sebagai ulama besar yang tidak hanya berilmu tinggi, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, keberanian, dan komitmen terhadap perjuangan umat. Semoga jejak perjuangannya menjadi cahaya bagi kita semua dalam menapaki jalan kebaikan dan kebenaran. (pm/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat