Pemkab Banyumas Siapkan Lahan 5 Hektare untuk Sekolah Rakyat, Program Prioritas Presiden Prabowo

Reporter : -
Pemkab Banyumas Siapkan Lahan 5 Hektare untuk Sekolah Rakyat, Program Prioritas Presiden Prabowo
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono tengah doorstop jumpa pers dengan kalangan jurnalis seusai halal bil halal, Jumat (11/04/2025) (foto dokumen Pemkab Banyumas)

 

Banyumas, JatimUPdate.id, - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas dalam mendukung program nasional kembali dibuktikan.

Baca Juga: Pemkab Banyumas Sempurnakan RKPD 2027 Lewat Forum Konsultasi Publik

Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam bidang pendidikan.

"Sudah kita siapkan, lokasi ada di Sumbang, desanya Banteran," Ujar Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, usai menghadiri acara halal bi halal bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di GOR Satria Purwokerto, Jumat (11/4/2025).

Sadewo menegaskan bahwa Banyumas termasuk daerah yang bergerak cepat dalam menyambut program ini.

Bahkan, ia sudah menjalin komunikasi langsung dengan Menteri Sosial dalam sebuah pertemuan di Semarang beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu, Pemkab Banyumas menyodorkan beberapa alternatif lokasi.

Setelah dilakukan survei lapangan oleh Kementerian Sosial, lahan milik Pemda di Banteran dipilih sebagai lokasi paling potensial.

"Sekolah Rakyat ini nantinya berada di bawah Kementerian Sosial, sementara pembangunannya akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Kita sudah sounding-kan dari awal," ungkap Sadewo.

Lebih lanjut, Sadewo menjelaskan bahwa konsep Sekolah Rakyat akan mengadopsi sistem boarding school.

Nantinya, tersedia jenjang pendidikan dari SD, SMP, hingga SMK, lengkap dengan fasilitas asrama bagi para siswa.

"Usulan kami lebih difokuskan ke jenjang SD, SMP, dan SMK. Jadi begitu lulus, siswa sudah punya bekal keterampilan untuk langsung terjun ke dunia kerja," paparnya.

Baca Juga: Fraksi PDI Perjuangan Desak SOP Bersama Pemda dan BNI Probolinggo untuk Lindungi Hak KPM Rentan

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi angin segar bagi pemerataan akses pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terpaksa putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.

"Ini program yang sangat baik dan pro-rakyat. Harapan kami, pembangunannya bisa segera direalisasikan dan berjalan lancar," pungkasnya.

Banyumas Daerah Pergerakan Bersejarah 

Data yang dihimpun Redaksi JatimUPdate.id menyebutkan bahwa Kabupaten Banyumas tidak hanya di era modern saja telah menjadi  barometer sebagai pioner kegiatan maupun program kerakyatan secara nasional, tapak jejak sejarah membuktikan daerah yang sarat nuansa perjuangan itu sejak era kolonial telah menjadi lokasi awal pergerakan Koperasi Simpan pinjam dan usaha Perkereditan Rakyat di masa kolonial.

Di Kabupaten Banyumas inilah, menurut data sejarah termasuk dalam ulasan Buku 10 Tahun Koperasi 1930-1940 karya RM Margono Djojohadikusumo disebutkan bahwa kabupaten tersebut jadi tempat keberadaan gerakan awal koperasi.

Keberadaan pioner Koperasi simpan pinjam dan usaha Perkereditan Rakyat atau istilah Belanda-nya Creditwezen itu yang kemudian berubah jadi Bank Rakyat atau era old Bank Priyayi itu berdiri pada 16 Desember 1895 yang dibenarkan oleh Noer Soetrisno, mantan Kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan Koperasi Departemen Koperasi RI.

Baca Juga: PWI Malang Raya : Kota Malang Punya Succses Story, Koperasi Hindia Belanda, Bernama Koperasi Tumapel

"Ada dua kegiatan yaitu Koperasi dan lembaga perkreditan. Purwokerto melahirkan institusi keuangan yang melayani rakyat itu. Kedua institusi itu [koperasi dan lembaga perkreditan rakyat] merupakan cikal bakal Bank Rakyat Indonesia yang merupakan bank pertama berdiri di Indonesia dan itu dimulai dari Purwokerto Kabupaten Banyumas," kata Noer Sutrisno kepada JatimUPdate.id pada Jumat malam (11/04/2025)

Sementara itu, Pemkab Banyumas dengan dimotori Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono berkolaborasi dengan Seruan Iling Banyumas (SerulingMas) dan Sygma Research and Consulting tengah mengajukan berkas dan dokumen pengusulan RM Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia 1946, pegiat koperasi, anggota BPUPKI dan Ketua DPAS pertama untuk meraih gelar pahlawan. 

Usulan itu tertuang dalam surat rekomendasi nomor : 400.9.15/135/2025, yang ditandatangani Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, per tanggal 09 April 2025. Berkas itu kini tengah dibahas di level Provinsi guna diajukan ke Pemerintah Pusat.

Selain bidang ekonomi, Banyumas di era pergerakan mempertahankan kemerdekaan telah menyumbangkan sejumlah putra-putra terbaiknya untuk menjadi pimpinan dan motor awal Tentara Keamanan Rakyat cikal bakal Tentara Nasional Indonesia. Pioner itu antara lain Jendral Gatot Subroto dan Jendral Besar Soedirman yang terkenal dengan pertempuran Palagan Ambarawa itu. (rilis/sof/yh)

 

Editor : Yuris. T. Hidayat