Penertiban Parkir liar di Toko Modern.

Cak Kusnan : Sebuah awal dari ketegasan walikota untuk Konsumen, khususnya masyarakat Surabaya.

Reporter : -
Cak Kusnan : Sebuah awal dari ketegasan walikota untuk Konsumen, khususnya masyarakat Surabaya.
Cak Kusnan, Pemerhati Sosial Politik dan Ekonomi Kota Surabaya

Oleh : Cak Kusnan

Pemerhati Masalah Sosial, Politik dan Ekonomi Kota Surabaya

Baca Juga: Pemerintah Atur Ritel Modern, Fokus pada Penguatan Koperasi Desa


Surabaya, JatimUPdate.id : Sebagai tempat bermukimnya multi etnis, beragam suku dan agama dijadikan kota yg aman damai dan sejahtera.

Surabaya kota besar namun tak sepelik ibukota, penduduk di sini hampir semua kenal antar kampung, antar kecamatan antar organisasi. Jadi keyakinan akan terjadinya tindak tawuran atau gesekan antar suku, antar Ormas, hampir dipastikan tak pernah terjadi seperti di ibu kota.

Berlanjut dengan ketegasan Walikota, untuk menyediakan juru parkir di setiap Toko Modern, sebenarnya menjadi masukan bagus bagi warga. Adanya juru parkir akan membuat kenyamanan Konsumen.

Baca Juga: Surabaya Butuh Pengelolaan Lumpur Tinja, Ciptakan Iklim Sehat di Permukiman

Kendala yg dihadapi toko modern bisa diantisipasi, tidak semua harus membayar gajih juru parkir dengan mengeluarkan dana perusahaan.

Kita lihat selama ini, toko modern yg besar malah kerap menyewakan lahan yg seharusnya untuk parkir malah di sewakan untuk tenan. Itu sebenarnya malahan melanggar, area yg dibayarkan untuk parkir, disewakan untuk pribadi perusahaan, tanpa ijin pemerintah.

Baca Juga: Jawa Timur Deklarasikan Gerakan Bersih Narkoba, Mendes PDT Ajak Awasi Desa Dari Peredaran Narkoba

Sebagai upaya win win solution dari permasalahan Parkir, diberikan saja satu tenan, untuk usaha bagi Juru parkir, dengan kerjasama Menjaga kendaraan / atau dapat gratis tenan di lokasi area Toko Modern, dengan konsinyasi Bertanggung jawab terhadap kendaraan yg parkir di lokasi.

Dengan demikian Toko Modern tidak mengeluarkan uang dengan menggajih Juru Parkir, dan Juru Parkir pun ( Pribadi / Kelompok ) tidak merasa kehilangan Pekerjaan, tapi yang digaris bawahi, mereka adalah warga Surabaya, apapun Sukunya, apapun Kelompoknya apapun Agamanya bila mereka ber KTP Surabaya, mereka layak mendapatkan kesempatan Pekerjaan, bersaing dalam mencari uang Halal. (rilis/red)

Editor : Redaksi