Investor Tiongkok Undang Bupati Banyumas, Bahas Jalan Tol Pejagan–Cilacap
Banyumas, JatimUPdate.id,- – Minat investasi asing terhadap proyek jalan tol Pejagan–Cilacap makin menguat. Terbaru, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memenuhi undangan resmi dari Guangxi Road and Bridge Engineering Group Co., Ltd., perusahaan konstruksi asal Tiongkok yang berkantor perwakilan di Jakarta.
Undangan bertanggal 12 Juni 2025 itu ditandatangani langsung oleh Fu Lang, General Manager Indonesia Representative Office.
Baca Juga: Lima Ruas Tol Baru Dibuka Gratis Saat Libur Nataru 2025/26
Pertemuan digelar keesokan harinya, Jumat (13/6/2025) pukul 14.30 WIB di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Secara khusus redaksi JatimUPdate.id mendapatkan surat undangan investor tol asal china tersebut dari Bupati Banyumas agar bisa digunakan untuk bahan pembuatan naskah berita pada akhir pekan lalu.
Agendanya membahas kelanjutan rencana kerja sama dan eksplorasi proyek infrastruktur, khususnya jalan tol yang akan melintasi wilayah strategis Banyumas.
Pertemuan ini sekaligus memperkuat ketertarikan dari pihak Tiongkok terhadap proyek jalan tol Pejagan–Cilacap.
Sebelumnya, Bupati Banyumas, Sadewo telah mengungkap bahwa Guangxi Beibu Gulf Investment Group Co. Ltd., perusahaan negara asal Tiongkok lainnya, menyatakan kesiapannya berinvestasi pada proyek ini.
“Guangsi Beibu Gulf tertarik dan siap berinvestasi membangun jalan tol Pejagan–Cilacap. Namun, syaratnya pembebasan lahan harus ditangani mitra lokal, baik swasta maupun pemerintah,” kata Sadewo, Sabtu (14/6/2025).
Sadewo menjelaskan, regulasi pemerintah Tiongkok melarang BUMN mereka membeli atau menguasai tanah di luar negeri.
Karena itu, peran mitra lokal sangat dibutuhkan untuk menangani pembebasan lahan yang kemudian akan dihitung sebagai penyertaan saham dalam konsorsium proyek.
Proyek tol Pejagan–Cilacap sebelumnya sempat terhenti usai dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) akibat pandemi Covid-19.
Baca Juga: Helipad Dekat Makam Kakek Presiden Prabowo Dibangun Pakai Dana APBN, Anggaran Capai Rp 1,4 Miliar
Namun kini, proyek tersebut kembali masuk dalam prioritas pembangunan nasional sesuai Rencana Umum Jaringan Jalan Tol 2025–2029 milik Kementerian PUPR.
“Kami sudah lama mengusulkan agar proyek ini kembali masuk PSN. Kini, tidak hanya sudah masuk daftar prioritas, studi kelayakan pun sudah tersedia,” terang Sadewo.
Dukungan terhadap proyek ini juga mengalir dari daerah lain, seperti Brebes, Tegal, dan Cilacap. Ketiga kepala daerah tersebut telah melakukan koordinasi lintas wilayah bersama Banyumas guna mempercepat realisasi.
Di sisi lain, Pemkab Banyumas mengusulkan dua titik exit tol di Ajibarang dan Wangon.
Ini bertujuan mendukung pengembangan kawasan industri Wangon yang kini mulai digarap.
“Banyak investor tertarik ke kawasan industri Wangon, tapi masih terkendala akses. Jalan tol ini bisa jadi pemicu sekaligus pengungkit utama pertumbuhannya,” tegas Sadewo.
Baca Juga: Sadewo Resmi Pimpin Kagama Banyumas, Fokus Bangun Ketahanan Pangan dan Inovasi Daerah
Sadewo juga menegaskan pentingnya musyawarah antara investor, pemerintah pusat, dan daerah dalam menentukan lokasi exit tol.
“Tol ini bukan sekadar penghubung wilayah, tapi pembuka pertumbuhan ekonomi lokal yang selama ini belum tergarap optimal,” tandasnya.
Pertemuan dengan Guangxi Road and Bridge ini menjadi momen penting kedua, setelah sebelumnya Guangxi Beibu Gulf telah menemui Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR pada 20 Mei 2025.
Jika komunikasi dengan pusat berjalan lancar, survei lapangan ke wilayah Banyumas akan segera dilakukan.
Dengan komunikasi yang terus dibangun, Banyumas kian terbuka menjadi simpul baru dalam peta infrastruktur nasional. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat