Soal Ruang Paripurna DPRD Surabaya Dianggap Jadul, Sekwan Buka Suara

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Ruang Paripurna DPRD Surabaya, dok istimewa
Ruang Paripurna DPRD Surabaya, dok istimewa

Surabaya,JatimUPdate.id - Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Surabaya Musdiq Ali Suhudi buka suara terkait fasilitas ruang paripurna DPRD yang masih menggunakan screen proyektor LCD, dan dianggap jadul.

Musdiq mengaku akan berkoordinasi dengan pemkot Surabaya untuk mengganti screen proyektor LCD tersebut dengan Videotron.

"Ya ini kita akan komunikasikan ke Pemkot lah terkait dengan itu (Videotron)." kata Musdiq kepada Jatimupdate, Selasa (15/7). 

Musdiq mengaku, sepakat agar ruang paripurna direnovasi agar lebih modern dengan menggunakan fasilitas videotron.

"Kita ini kan memang menuju kota yang modern, saya kira kita setuju dengan apa yang disampaikan oleh anggota DPRD," tegasnya.

Namun, beber Musdiq, masih menunggu pembahasan PAK, karena belum dianggarkan tahun sebelumnya.

"Kita pengennya juga memang dari usulan kemarin dari anggota dewan, Komisi A dan sebagainya, ingin dimodernkan, ada videotron dan sebagainya. Kita komunikasikan karena kebetulan di Anggaran kemarin belum ada, mudah-mudahan nanti di PAK bisa lagi." tutur Musdiq.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko atau yang akrab disapa Cak YeBe mendesak Sekretaris DPRD Surabaya Musdiq Ali Suhudi mengganti screen proyektor LCD di ruang sidang paripurna dengan Videotron.

Pasalnya sebut Cak YeBe di ruang paripurna beberapa DPRD lainnya, sudah menggunakan Videotron, tak terkecuali Stasiun Kereta Api Gubeng 

"Kita harus malu, kalau ada rasa malu, di DPRD kota/kabupaten lain rata² ruang paripurna sudah menggunakan Videotron. Kita juga kalah canggih dengan Stasiun KA Gubeng," kata Cak YeBe, melalui pesan WhatsApp nya, Kamis, (10/7).

Selain itu, Cak YeBe, mendorong Sekwan DPRD Surabaya melakukan kajian sekaligus survei ke beberapa lokasi. 

Langkah itu, tutur Cak YeBe diyakini akan mengubah mindset Sekwan jika secreen proyektor LCD di ruang paripurna sudah ketinggalan zaman.

"Apa karena Sekwan tidak pernah kunker, studi banding. Jadi tidak update, dan tidak merasa rumahnya (ruang paripurna) kejadulan," demikian Yona Bagus Widyatmoko. (Roy)