Program PKM UB di Lamongan Sukses Kembangkan Kerupuk Ikan dari Bandeng dan Nila
Lamongan, JatimUPdate.id — Tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) 2025 di Desa Konang, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan.
Baca Juga: KKN UNP Kediri Sulap Semak Belukar Jadi Kampung Hijau Berbasis Zero Waste di Kelurahan Dermo
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 12–15 Agustus 2025, ini bertujuan menguatkan sumber daya manusia (SDM) Kelompok Masyarakat (Pokmas) Pertiwi Sukses Bersama melalui hilirisasi produk perikanan berbasis teknologi.
Dipimpin oleh Abdul Aziz Jaziri, S.Pi., M.Sc., tim ini beranggotakan Rahmi Nurdiani, S.Pi., M.App.Sc., Ph.D., serta Awang Tri Satria, S.Pt., M.E.
Mereka memberikan beragam materi pelatihan kepada 10 anggota Pokmas Pertiwi Sukses Bersama.
Peserta mendapatkan bekal lengkap, mulai dari cara mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT), hingga Sertifikat Halal.
Selain itu, mereka juga diajarkan strategi pemasaran digital dan mengikuti demonstrasi pembuatan kerupuk ikan yang efisien dan higienis.
Sesi demonstrasi menjadi salah satu bagian paling menarik. Dipandu oleh dua pelaku UMKM berpengalaman dari Paciran, Ibu Hj. Siti Saroh dan Ibu Kah, peserta belajar langsung teknik pengolahan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengeringan.
Baca Juga: Belajar Ulang Menjadi Ilmuwan: Catatan Seorang Doktor dari Sebuah Percakapan Menjelang Dies Natalis
"Kami sangat antusias mengikuti setiap langkah, bahkan langsung mencoba mempraktikkan teknik yang diajarkan," ujar salah satu peserta, Mudayanah.
Ia mengaku kini lebih percaya diri memasarkan produknya secara daring sekaligus menjaga kualitas.
Dalam sambutannya, Abdul Aziz Jaziri, S.Pi., M.Sc., menekankan pentingnya hilirisasi sebagai pendorong ekonomi desa.
Sementara itu, Rahmi Nurdiani, Ph.D., menyoroti pentingnya legalitas produk untuk meningkatkan daya saing, dan Awang Tri Satria, M.E., menekankan peran teknologi digital dalam memperluas akses pasar.
Baca Juga: Epistemologi Pulang dan Akar yang Menghidupi
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, tim UB juga menyerahkan peralatan pengolahan kerupuk ikan kepada Pokmas.
Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat rantai nilai produk perikanan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat pesisir. (wb/mmt)
Editor : Miftahul Rachman