Bupati Banyumas Imbau Warga Tetap Tenang Pascademo Ricuh, PKL Alun-Alun Purwokerto Mengeluh Sepi

Reporter : -
Bupati Banyumas Imbau Warga Tetap Tenang Pascademo Ricuh, PKL Alun-Alun Purwokerto Mengeluh Sepi
Bupati Banyumas Sadewo saat memberikan tali asih kepada pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak kerusuhan, Senin (1/9/2025). Ia juga mengajak warga kembali beraktivitas seperti biasa tanpa rasa takut berlebihan.

 

Banyumas, JatimUPdate.id, – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi pascademo yang berujung ricuh di kawasan Alun-alun Purwokerto, Sabtu (30/8/2025).

Baca Juga: Sadewo Resmi Pimpin Kagama Banyumas, Fokus Bangun Ketahanan Pangan dan Inovasi Daerah

Hal itu disampaikan Sadewo saat memberikan tali asih kepada pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak kerusuhan, Senin (1/9/2025). Ia juga mengajak warga kembali beraktivitas seperti biasa tanpa rasa takut berlebihan.

“Kondisi memang masih belum normal. Tapi saya berharap, para pedagang tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Kita jaga kondusifitas bersama. Mari kita pulihkan kembali wajah Purwokerto sebagai kota yang aman dan nyaman untuk semua,” kata Sadewo.

Dalam kesempatan itu, Sadewo berdialog dengan para PKL yang mengaku pendapatan mereka turun drastis pascademo. Sejumlah pedagang bahkan bercerita langsung kepada bupati tentang sepinya pembeli.

Diah (42), penjual gorengan di sisi selatan alun-alun, mengaku alun-alun mendadak sepi sejak kerusuhan.

Baca Juga: Pemkab Banyumas Revolusi Industri Kelapa, Genjah Bali Kuning Jadi Andalan Baru

“Biasanya sore ramai orang nongkrong, tapi sejak demo itu sepi. Mungkin orang-orang masih takut keluar. Waktu demo saya bahkan kena gas air mata. Perih banget, sampai sesak. Tapi mau bagaimana, sudah terlanjur buka,” ujarnya.

Senada dengan Diah, Sartim (57), pedagang siomay yang sudah berjualan sejak 2001, menyebut kerusuhan kali ini yang paling mencekam.

“Sejak 2001 saya jualan di sini, baru kali ini saya lihat demo sampai serusuh itu. Gerbang pendopo sampai rusak dan besinya dibawa massa. Meski tidak ada kerugian materi, tetap saja trauma,” katanya.

Baca Juga: Saifuddin Kembali Pimpin Satria Praja Banyumas, Bupati Harap Kades Tetap Solid Bangun Desa

Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa di kawasan Alun-alun Purwokerto, Sabtu lalu, berujung ricuh. Massa merusak fasilitas umum seperti kursi taman, pot bunga, pos Satpol PP, hingga pintu gerbang Pendopo Sipanji dan Kantor Diskominfo Banyumas.

Kerusakan juga menimpa sejumlah fasilitas pemerintahan. Pembersihan area alun-alun sudah dilakukan sejak Minggu (31/8/2025), namun proses pemulihan diperkirakan memakan waktu hingga dua bulan ke depan. (sof/ya)

Editor : Yoyok Ajar