Dukungan Warga Malang Selatan Mengalir

Jalan Tol Kepanjen Melaju: Perjuangan Bupati Sanusi Mendekati Titik Terang

Reporter : -
Jalan Tol Kepanjen Melaju: Perjuangan Bupati Sanusi Mendekati Titik Terang
Bupati Malang Sanusi tengah melakukan pengecekan kondisi lokasi exit Proyek Tol Malang-Kepanjen belum lama ini.

 

Kepanjen, Malang, JatimUPdate.id - Perjalanan panjang pembangunan jalan tol Kepanjen kini menunjukkan tanda-tanda kemajuan setelah upaya gigih Bupati Malang, Muhammad Sanusi, dalam memperjuangkan proyek bernilai triliunan rupiah ini.

Baca Juga: Investor Tiongkok Undang Bupati Banyumas, Bahas Jalan Tol Pejagan–Cilacap

Pada audiensi yang digelar pada Kamis, (28/08/2025) lalu, di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Komenkominfra), membuka jalan bagi realisasi proyek jalan tol sepanjang 30 kilometer dengan anggaran Rp 10,04 triliun tersebut.

Salah satu langkah strategis yang tengah digenjot Pemkab Malang adalah pelebaran jalan dari Kecamatan Gondanglegi hingga Pantai Balekambang.

Proyek ini sangat krusial karena menjadi akses utama menuju exit tol yang akan dibangun di Kecamatan Gondanglegi.

Pelebaran jalan yang sebelumnya hanya selebar 6 meter kini telah diperluas menjadi 13 meter dengan melakukan pengerjaan pengurugan bukit di Jurang Mayit, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.

Bupati Sanusi menyatakan, “Sekarang jalannya sudah lapang dan landai karena bukitnya sudah dikepras, sehingga risiko kecelakaan bisa diminimalisir.” Progres pelebaran jalan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran akses menuju tol dan kawasan pantai selatan.

Audiensi terakhir juga menghasilkan kesepakatan penting mengenai lokasi interchange atau simpang susun jalan tol. Empat titik interchange direncanakan berada di Kecamatan Bululawang, Pakisaji, Kepanjen, dan Gondanglegi. Meski posisi pastinya masih dalam tahap finalisasi, Bupati Sanusi mengatakan lokasi exit tol Pakisaji kemungkinan besar berada di antara Desa Karangduren dan belakang Pasar Pakisaji.

Salah satu interchange juga direncanakan mempermudah akses menuju SMA Taruna Nusantara di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, yang baru dibuka pada Januari 2025. Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Malang, Khairul Isnadi Kusuma, yang mendampingi Bupati Sanusi, mengonfirmasi rencana tersebut.

Proyek pembangunan jalan tol yang sebelumnya berakhir di exit Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, sempat tertunda tanpa kepastian kelanjutan hingga ke Kepanjen, Kabupaten Malang. Selama lima tahun terakhir, proyek ini tidak menunjukkan perkembangan signifikan. Pemkab Malang pun mengambil inisiatif dengan menuntaskan pelebaran jalan utama sebagai persiapan.

Bupati Sanusi terus mendorong pemerintah pusat untuk melanjutkan proyek ini. Hasil audiensi dengan staf khusus Menteri Koordinator AHY, Agust Jovan Latuconsina, memberikan sinyal positif bahwa pengerjaan jalan tol akan dimulai pada akhir tahun 2025. Proyek ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 333 miliar per kilometer.

Menurut Khairul Isnadi Kusuma, keberhasilan proyek jalan tol ini akan menjadi salah satu pencapaian besar Bupati Sanusi yang akan berakhir masa jabatannya pada 2029. “Ini bisa menjadi legacy yang akan dinikmati masyarakat Kabupaten Malang untuk waktu yang sangat lama,” ujarnya.

Pembangunan jalan tol Kepanjen tidak hanya akan mempercepat mobilitas dan konektivitas di wilayah Malang Raya, tetapi juga menstimulasi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, khususnya akses menuju kawasan pantai selatan yang selama ini masih terbatas.

Baca Juga: Kapolri: Biaya Tol Dibebaskan Jika Antrean Panjang

Setelah perjuangan panjang dan berbagai tantangan, proyek jalan tol Kepanjen mulai menemukan titik terang dengan persiapan matang dari Pemerintah Kabupaten Malang dan dukungan dari pemerintah pusat.

Pelebaran jalan pendukung dan penentuan lokasi interchange menjadi pondasi penting untuk percepatan pembangunan yang direncanakan mulai akhir 2025.

Proyek ini tak hanya memperbaiki infrastruktur transportasi, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Dukungan Warga

Dukungan sejumlah pihak diberikan agar proyek infrastruktur penting ruas tol Malang-Kepanjen-Blitar itu bisa segera terealisasi khususnya untuk ruas Malang-Kepanjen datang dari sejumlah warga dan tokoh masyarakat Wilayah Malang selatan itu.

Ketua Umum Himpunan Generasi Muda Madura yang juga tokoh masyarakat Malang Selatan, Muhlis Ali menyatakan dukungan penuh atas upaya Pemkab Malang dalam mewujudkan ruas tol Malang-Kepanjen.

"Nilai strategis infrastruktur Tol Malang-Kepanjen ini sangat tinggi dalam membuka ruang transportasi dalam kontek mobilitas warga dan logistik bagi warga Malang wilayah Selatan yang mesti menempuh waktu dan jarak tempuh panjang ini akan semakin efisien bila infrastruktur itu bisa segera terwujud," kata Muhlis Ali, Founder Graha Yakusa, Pagelaran itu kepada Redaksi JatimUPdate.id via phone pada Senin (8/09/2025).

Baca Juga: Daftar Desa Kabupaten Blitar Terkena Pembebasan Lahan Untuk Jalan tol Kepanjen-Tulungagung

Tokoh Pemuda Sumber Manjing Wetan, Gus Faisal atau biasa dipanggil Gus Paicong menyatakan dengan keberadaan ruas tol Malang-Kepanjen akan memudahkan warga Sumber Manjing Wetan dan sekitarnya bisa semakin cepat mobilitas hasil paneh pertanian dan perkebunan bila akan dikirim ke Jakarta.

"Ruas tol Malang-Kepanjen yang merupakan bagian Proyek Tol Malang-Blitar itu sangat ditunggu warga Malang Selatan karena akan memudahkan pergerakan logistik, barang dan penumpang menuju pusat-pusat kota besar. Kabar yang sangat dinantikan," kata Gus Faisal yang juga tokoh Gabungan Remaja Islam (Garis) alumni Pondok Pesantren Sidogiri dan Nurul Jadid itu kepada Redaksi JatimUpdate id, Senin (08/09/2025).

Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Mubarok.

"Warga wilayah Malang Selatan yang terkesan terisolir memang menunggu infrastruktur jalan yang bisa menembus keterisoliran menyusul arus kepadatan jalan yang tinggi di jalan-jalan wilayah Malang selatan sehingga proses pergerakan orang serta barang butuh waktu panjang. Dengan adanya tol Malang-Kepanjen jarak tempuh dan waktu semakin bisa dipersingkat," kata Zulham Mubarok kepada Redaksi JatimUPdate.id Senin (08/09/2025).

Bila ruas Tol Malang-Kepanjen ini bisa terkoneksi dengan proyek besar lainnya yaitu Jalur Lintas Selatan, kata Zulham, akan semakin membuat kawasan selatan Malang dan Jawa Timur terhubung dan membuka ruang investasi bagi investor.

"Investasi akan semakin tumbuh subur bila ruas Tol Malang-Blitar khususnya Malang-Kepanjen bisa segera terwujud," kata Zulham optimis. (dek/mmt)

Editor : Miftahul Rachman