Ajeng Pertanyakan Program Tebus Ijazah Baznas Dialihkan ke Program Lain
Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati menanyakan program Baznas kota Surabaya untuk penebusan ijazah yang dialihkan ke program lain.
Padahal kata Ajeng masih banyak siswa yang belum bisa menebus ijazah karena faktor ekonomi keluarga.
Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
"Baznas disuport Pemkot, Pemkot memang banyak kesulitannya, salah satunya penebusan ijazah. Sehingga, saya mempertajam lagi kasus penahanan ijasah, warga kecewa karena program itu dialihkan ke program lain." tutur Ajeng, dalam rapat koordinasi bersama Baznas, Dispendik dan sejumlah pihak, Senin (6/10).
Menurut Ajeng warga menginginkan program penebusan ijazah dapat bergulir kembali.
Namun, jika sudah diambil oleh Baznas provinsi, program tersebut diminta tetap berkesinambungan.
"Warga bertanya kapan diperlakukan kembali kalau memang ada di provinsi, harusnya tidak terputus, juga warga yang sudah dibantu berapa, yang belum dibantu atau belum bisa nebus ijazah itu berapa?" papar Ajeng.
Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Ajeng menegaskan, keberlanjutan program penebusan ijasah untuk menekan angka anak putus sekolah.
Pun untuk menekan mengguritanya angka pengangguran di kota Pahlawan.
"Jadi kita memastikan warga kota Surabaya tidak ada putus sekolah ataupun pengangguran gara-gara tertahan ijazahnya," sergah Ajeng.
Baca Juga: CEO JatimUPdate Ucapkan HUT ke-36 Abdul Malik, Titip Pesan Ingat K’Tut Tantri
Terkait hal itu, Ajeng meminta agar Baznas berkoordinasi dengan dinas sosial atau terkait validasi data agar tidak tumpang tindih.
"Harus dicek oleh Dinas Sosial kalau memang ada kesalahan data, tapi kalau umpamanya sudah disetujui RT RW. Jika ada itu bisa dari Baznas ataupun Baznas provinsi mengajukan bagaimana solusi kasus penahanan ijazah," demikian Ajeng Wira Wati. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman