Azhar Kahfi: Bansos Tak Otomatis Hilang, Meski Penerima Meninggal Dunia
Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, buka suara terkait isu seribu warga meninggal dunia yang akta kematiannya belum dilaporkan karena khawatir kehilangan bantuan sosial (bansos).
Kahfi menegaskan, pihaknya akan mengawal isu tersebut lantaran bansos tidak serta merta dicabut.
Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
"Selaku mitra, komisi A DPRD Kota Surabaya akan mengawal dan memperkuat penegasan bahwa bansos tidak akan otomatis hilang." tutur Kahfi, melalui jaringan WhatsApp Jatimupdate, Rabu (8/10).
Kahfi menyebut, berdasarkan peraturan Kementerian Sosial (Kemensos) bansos tersebut dapat dialihkan ke ahli warisnya.
Misalnya, istri, anak, atau anggota keluarga lain yang memenuhi syarat.
"Sesuai aturan dari Kementerian Sosial, bantuan dapat dialihkan atau diturunkan kepada ahli waris yang sah (istri, anak, atau anggota keluarga lain) yang memenuhi syarat." urai Kahfi.
Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Maka dari itu, Kahfi menekankan dibutuhkan akurasi data agar bansos tersalurkan secara tepat sasaran.
Pasalnya sebut Legislator Partai Gerindra itu, jika data penduduk yang meninggal tidak dihapus bansos tersebut berpotensi disalahgunakan.
"Karena (Ini kan begitu) pentingnya akurasi data agar bansos dapat tersalurkan tepat sasaran. Jika data penduduk yang meninggal tidak dihapus, bansos berpotensi salah sasaran." demikian Azhar Kahfi.
Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan sebagian besar warga enggan melaporkan kematian anggota keluarganya karena alasan sosial dan kekhawatiran kehilangan bansos.
“Kita masih menyisakan sekitar seribu orang yang datanya itu meninggal, tapi belum dilaporkan akta kematiannya. Nah, ini rata-rata motivasinya itu adalah karena sosial,” ujar Eddy. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman