Pemerintah Genjot Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

Reporter : -
Pemerintah Genjot Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik
Menko Pangan Zulkifli Hasan tengah memberikan keterangan terkait program pengelolaan sampah perkotaan yang akan dialikan menjadi tenaga listrik

Jakarta, JatimUPdate.id  - Bagaimana sampah yang selama ini menjadi masalah lingkungan dapat diubah menjadi sumber energi terbarukan?

Pemerintah Indonesia, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, serius menggarap proyek pengolahan sampah menjadi listrik.

Baca Juga: 29.000 Koperasi Desa Merah Putih Ditarget Rampung Mei 2026

Program ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bersama sejumlah pejabat terkait, Jumat (24/10/2025), di Gedung Kemenko Pangan.

Dalam konferensi pers usai rakortas, Zulhas mengumumkan bahwa pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste-to-Energy (WtE) akan dimulai di tujuh wilayah prioritas, yaitu Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kota Semarang, Bogor Raya, Tangerang Raya, Bekasi Raya, dan Medan Raya.

“Berdasarkan hasil rakortas hari ini, kami putuskan untuk memulai groundbreaking pembangunan pengolahan sampah jadi energi di tujuh daerah tersebut,” ujar Zulhas.

Proyek ini akan didukung penuh oleh perusahaan Danantara dan menggunakan teknologi incinerator yang telah teruji secara global untuk mengubah sampah menjadi listrik.

Selain menghasilkan energi listrik, Zulhas menjelaskan bahwa inisiatif ini juga akan membuka banyak lapangan kerja baru serta menjadi salah satu sumber energi baru terbarukan (EBT) yang penting bagi ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Krisis Sampah, Konsumen, dan Kebutuhan Pendekatan Terintegrasi

“Dengan adanya Perpres Nomor 109 Tahun 2025, kita optimistis pengolahan sampah ini bisa menjadi sumber energi listrik yang bersih sekaligus memperluas kesempatan kerja,” tambahnya.

Zulhas berharap program ini dapat dikembangkan lebih luas ke daerah-daerah lain. Saat ini baru tujuh daerah yang siap, namun ia mendorong percepatan agar minggu depan bertambah tujuh daerah lagi, dan dalam satu bulan bisa bertambah lagi hingga mencapai 34 daerah secara keseluruhan.

“Kami menargetkan 34 titik proyek Waste-to-Energy selesai dalam dua tahun ke depan, terutama di wilayah yang sudah menetapkan status darurat sampah,” jelasnya.

Baca Juga: Bertransformasi Lewat TPS 3R, Desa Kilensari Targetkan Naik Kelas Jadi Desa Peduli Lingkungan

Presiden Prabowo telah menetapkan target ambisius untuk program ini. Tahap awal pembangunan akan dilakukan di 10 kota besar seperti Tangerang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, dan Makassar. Proyek ini memiliki kapasitas pengolahan sampah mencapai 1.000 ton per hari, yang diharapkan dapat secara signifikan mengurangi volume sampah perkotaan sekaligus menyediakan listrik ramah lingkungan.

Inisiatif pengolahan sampah menjadi energi listrik menandai langkah strategis pemerintah dalam mengatasi masalah sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui sumber energi terbarukan.

Dengan dukungan teknologi incinerator dan kolaborasi lintas lembaga, proyek ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tapi juga membuka peluang kerja baru dan mendorong pembangunan berkelanjutan. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat