Kabar Duka dari Keraton Solo: Sinuhun Pakubuwono XIII Meninggal Dunia

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Sinuhun Pakubuwono XIII
Sinuhun Pakubuwono XIII

Solo, JatimUPdate.id - Sinuhun Pakubuwono XIII meninggal dunia, Minggu, (02/11/2025) pagi. Kabar ini dibenarkan oleh Kerabat Keraton Surakarta Hadiningrat Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Eddy S. Wirabhumi.

“Iya ada informasi barusan,” ungkap Eddy Wirabhumi saat dikonfirmasi.

Eddy mengutarakan Sinuhun meninggal di rumah sakit.

“Iya (meninggal) di rumah sakit. Saya terima infonya sudah 15 menit lalu, sekitar pukul 07.40,” sambungnya.

Ditanya soal pemakaman, Eddy mengatakan pemakaman Sinuhun akan dilakukan mengikuti tata cara adat.

“Ngikutin tata cara adat,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Eddy Wirabhumi menjelaskan bahwa Sinuhun sudah kerap kali melakukan cek up kontrol di rumah sakit.

“Kalau beliau itu kan ya memang kondisinya, sudah sepuh ya toh jauh dibanding saya. Memang ya perlu dilakukan kontrol-kontrol saya rasa biasa itu,” ungkapnya, Minggu, (21/09/2025) lalu. 

Redaksi JatimUPdate.id mengimpun data dari berbagai sumber mencobamenghadirkan informasi seputar kabar duka tersebut serta profil Sinuwun Sunan Pakubuwono XIII.

Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIII, wafat pada Minggu (2/1/2025), Pukul 07.30 WIB pada usia 77 tahun.

Rencananya Upacara Pemakaman akan di laksanakan pada, Hari : Rebo Legi, (5/11/2025), jenasah akan di berangkatkan dari Kraton Surakarta Hadiningrat Pukul. 07.30 WIB.

Mangkatnya Sang Raja menyisakan duka mendalam bagi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pada surat edaran Berita Lelayu tercantum, Putra – Putri yang berduka :
1. GKR. Timoer Rumbay Kusuma Dewayani
2. GRAy. Devy Lelyana Dewi
3.GRAy.Sugih
Oceania
(almh)
4. KGPH. Hangabehi
5. KGPH. Puruboyo

Sebelum tutup usia, PB XIII menderita sakit komplikasi diabetes, cuci darah dan jantung.

Profil Pakubuwono XIII

(Dihimpun dari berbagai sumber) ;
Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Pakubuwono XIII merupakan putra tertua dari garwa ampil Susuhunan Pakubuwana XII, KRAy. Pradapaningrum.
Ia lahir dengan nama GRM Suryadi pada 28 Juni 1948.

Namun karena sakit-sakitan, membuat neneknya, GKR Pakubuwana, mengganti namanya menjadi GRM Suryo Partono.

Sebagai pangeran tertua, dia diberi gelar Hangabehi dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH), menandakan statusnya sebagai calon penerus tahta.

PB XIII menikah tiga kali yaitu dengan Nuk Kusumaningdyah/KRAy. Endang Kusumaningdyah (bercerai sebelum naik takhta), Winari Sri Haryani/KRAy. Winari (bercerai sebelum naik takhta), dan Asih Winarni/KRAy. Adipati Pradapaningsih/GKR. Pakubuwana.

Dari pernikahan dengan KRAy Endang Kusumaningdya, PB XIII mempunyai tiga putri yaitu GRAy. Rumbai Kusuma Dewayani/GKR. Timoer, GRAy. Devi Lelyana Dewi, GRAy. Dewi Ratih Widyasari.

Pernikahannya dengan KRAy Winari, PB XIII mempunyai satu putra yaitu GRM Suryo Suharto/GPH Mangkubumi/KGPH. Mangkubumi/KGPH. Hangabehi (dari KRAy. Winari), dan dua putri yaitu BRAy. Sugih Oceania (dari KRAy. Winari), dan GRAy. Putri Purnaningrum (dari KRAy. Winari). (berbagai sumber/ali/yh)