Cegah stunting, Mahasiswa KKN UB Kediri Sosialisasikan Gemar Makan ikan ke Sekolah Dasar

oleh : -
Cegah stunting, Mahasiswa KKN UB Kediri Sosialisasikan Gemar Makan ikan ke Sekolah Dasar
Sosialisasi Gemarikan di siswa SD kediri pada Kamis 04/08/2022.

Kediri (Jatimupdate.id) -Cegah stunting, mahasiswa KKN UB Kediri sosialisasikan gerakan memasyarkatkan makan ikan (gemarikan) ke Sekolah Dasar. Mahasiswa KKN Kelompok 05 Abhinaya PSDKU Universitas Brawijaya Kediri. 18 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan (FPIK) dan Fakultas Pertanian  mengikuti Kuliah Kerja Nyata, mereka mensosialisasikan gemarikan (gerakan memasyarkatkan makan ikan) ke sekolah dasar sebagai upaya pendukung pencegahan stunting pada anak di Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, Kamis 04/08/2022.

Anak anak adalah kelompok yang rentan terhadap penyakit stunting. Stunting itu sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi. Gangguan kesehatan ini nantinya menyebabkan terganggunya perkembangan otak pada anak serta anak tumbuh lebih pendek jika dibandingkan dengan anak lain seusianya" Ungkap Hafizh Arriba, ketua kelompok KKN 05 abhinaya. 

"Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang diperlukan oleh tubuh. Selain mengandung protein hewani, ikan banyak mengandung banyak manfaat lain. Misalnya ikan salmon, salmon memiliki mengandung banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh seperti asam lemak omega-3 dan antioksidan yang dapat berguna dalam memelihara kesehatan dan fungsi otak pada manusia. Kandungan nutrisi dari ikan salmon diketahui dapat meningkatkan daya ingat dan konsentrasi serta mencegah pikun atau demensia, terutama pada lansia. Dan masih banyak lagi jenis ikan yang memiliki banyak nutrisi dan bermanfaat jika dikonsumsi" Jelasnya sekali lagi. 

Supriyadi, S.Pi. M.P selaku Dosen Pembimbing Lapang dan dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan (FPIK) menyampaikan dengan kondisi sekarang ini adanya sosialisasi gemarikan, masyarakat jadi tahu bahwa bukan hanya daging yang dapat dijadikan sebagai penambahan gizi anak, tetapi ikan pun juga dapat dijadikan alternatif pengganti daging. Harga ikan dan daging juga memiliki banyak selisih. Hal ini dikarenakan kondisi sekarang rawan, banyak sapi yang terkena kasus PMK dan membuat konsumen daging was was untuk kembali mengkonsumsi daging. Selain itu kondisi perekonomian juga terus menerus mengalami gejolak dan membuat harga bahan pangan terus menaik. Oleh sebab itu dengan adanya sosialisasi gemarikan ini nanti diharapkan menjadi alternatif solusi penunjang gizi anak dan mampu mengatasi stunting di Desa Ngablak. (Yah)