Fraksi Gerindra Desak Pekerja Seni Dapat BPJS Ketenagakerjaan

Reporter : -
Fraksi Gerindra Desak Pekerja Seni Dapat BPJS Ketenagakerjaan
Ajeng Wira Wati, dok JatimUPDATE.id

Surabaya, JatimUPDATE.id — Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, mendesak pemerintah agar serius membuka akses kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja seni.

"Pekerja seni termasuk kelompok Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) yang rentan secara ekonomi. Namun belum banyak tersentuh program perlindungan sosial negara." kata Ajeng, kepada Jatimupdate, Senin (24/11)

Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

Ajeng menegaskan pekerja seni, mulai musisi, penari, pelukis, pemahat hingga kru panggung, bekerja dalam pola tidak tetap dan pendapatan tidak menentu. 

Menurutnya situasi itu membuat mereka sangat rentan ketika mengalami risiko kecelakaan kerja maupun kebutuhan biaya kesehatan mendesak.

“Profesi seni punya risiko tinggi. Saat pementasan bisa cedera, di studio bisa mengalami kecelakaan, belum lagi ancaman penyakit akibat pekerjaan. Karena itu mereka harus masuk BPJS Ketenagakerjaan, minimal terlindungi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” urainya.

Gerindra menilai, selain JKK dan JKM, pekerja seni juga harus mendapatkan hak atas BPJS Kesehatan, agar mereka dan keluarganya bisa mengakses layanan medis yang layak. 

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Ia menilai biaya pengobatan yang semakin mahal tidak mungkin ditanggung sendiri oleh para pekerja seni yang hidup dari kesenian.

“Perlindungan jaminan sosial ini hak warga negara. Undang-undang jelas menyebut semua pekerja tanpa kecuali wajib didaftarkan. Termasuk pekerja sektor informal seperti seniman,” tegasnya.

Dari sudut pandangnya, dukungan pemerintah melalui dinas terkait dan BPJS harus lebih konkret, termasuk memperluas sosialisasi.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Pun memberikan kemudahan pendaftaran agar komunitas seni tidak terus tertinggal dibanding sektor lain.

“Kami mendorong Pemkot hadir, jangan biarkan para pekerja seni berjalan sendiri. Dengan adanya BPJS, mereka bisa bekerja lebih tenang dan fokus menghasilkan karya yang membanggakan,” demikian Ajeng Wira Wati. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman