Gandeng Fisip Unitri, Kelurahan Pandanwangi luncurkan Program "My Village My Home"

Reporter : -
Gandeng Fisip Unitri, Kelurahan Pandanwangi luncurkan Program "My Village My Home"
Kelurahan Pandanwangi, Kota Malang, resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “My Village My Home”.

 

Kota Malang, JatimUPdate.id - Kelurahan Pandanwangi, Kota Malang, resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “My Village My Home”.

Baca Juga: Tingkatkan Minat Belajar Matematika, Mahasiswa Unitri Perkenalkan Papan Perkalian Inovatif

Program ini dirancang khusus untuk memantau kesehatan bayi dan balita di wilayah tersebut dengan tujuan memastikan seluruh anak menerima vaksinasi dan pelayanan posyandu secara optimal, Sabtu (29/11/2025).

Program ini menjadi instrumen penting dalam memonitor imunisasi dan kesehatan balita pada 14 RW di Kelurahan Pandanwangi, yang mencakup 1.553 anak.

Dengan menggunakan kartu monitoring imunisasi dan posyandu, program ini membantu warga dan petugas kesehatan untuk mengidentifikasi anak yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap atau pelayanan posyandu rutin.

Poin utama dari inisiatif ini adalah menjaga dan mengawal kesehatan generasi emas Indonesia 2045 sejak usia dini.

Dengan pendekatan yang sistematis, “My Village My Home” bertujuan meminimalisir risiko kesehatan dan mendorong cakupan imunisasi dasar lengkap yang merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan optimal balita.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kelurahan Pandanwangi dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI).

Pendampingan dan pelaksanaan program direncanakan berlangsung selama satu tahun, dengan dukungan penuh dari tim pengabdian masyarakat FISIP yang telah aktif sejak 2023.

Sebelumnya, pengembangan program ini diawali melalui program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), yang menjadi tonggak awal penguatan peran orang tua dalam pengasuhan anak.

Baca Juga: Naikkan Kualitas Pembelajaran Matematika, Mahasiswa UNITRI Kenalkan Kincir Perkalian Papan Pecaha

Pada tahun 2024, SOTH bertransformasi menjadi SOTH BKB Emas, memperkuat kapasitas orang tua dalam komunikasi positif dan pencegahan stunting secara berkelanjutan. Keberhasilan ini menjadi landasan kuat bagi implementasi kebijakan “My Village My Home” di tahun 2025.

Acara peluncuran dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, diantaranya Fauzan Indra Saputra, Kepala Kelurahan Pandanwangi, Citra Fauzan Indra, Ketua, bersama para kader dan perwakilan RW, dr. Sri Purwani, Kepala Puskesmas Pandanwangi, dan Firman Firdausi, Wakil Dekan FISIP UNITRI beserta tim dosen pengabdian masyarakat sebanyak sembilan orang.

Dalam sambutannya, Firman Firdausi menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antara akademisi dan masyarakat untuk kesuksesan program ini. “Ke depan, kolaborasi ini diharapkan lebih rekat lagi dengan masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Fauzan, lurah Pandanwangi juga menyoroti capaian program yang sudah mencapai 92 persen cakupan imunisasi. “Melalui program ini, kita bisa memonitor seluruh balita sehingga tidak ada yang luput dari imunisasi. Kami optimis angka ini dapat mencapai 100 persen,” ungkap Fauzan.

Dalam program ini, setiap RW akan mendapatkan kartu monitoring yang disesuaikan dengan jumlah balita di wilayahnya.

Baca Juga: Pelatihan Jaya Melati 1: Mencetak Kader Hizbul Wathan Berkualitas

Petugas posyandu dan kader masyarakat menggunakan kartu ini untuk mencatat dan mengingatkan jadwal imunisasi serta kunjungan posyandu. Pendekatan berbasis komunitas ini memanfaatkan peran aktif masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.

Kebijakan ini juga sejalan dengan program pemerintah provinsi Jawa Timur yang mengedepankan partisipasi masyarakat dalam mendorong kesehatan anak-anak melalui pengawasan bersama.

My Village My Home bukan sekadar program kesehatan biasa. Ini adalah upaya terstruktur yang menggabungkan teknologi sederhana dengan partisipasi aktif masyarakat dan akademisi untuk memastikan generasi masa depan tumbuh sehat dan kuat.

Dengan cakupan imunisasi yang terus meningkat dan dukungan lintas sektor, program ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi lokal dapat berkontribusi pada tujuan nasional kesehatan anak. (dek/yh)

Editor : Miftahul Rachman