Mahasiswa KKN PSDKU UB Kediri Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan Untuk Toga dan Sayur Organik

Reporter : -
Mahasiswa KKN PSDKU UB Kediri Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan Untuk Toga dan Sayur Organik
Mahasiswa KKN PSDKU UB Kediri Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan Untuk Toga dan Sayur Organik, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan di desa Ngablak Kec Banyakan Kab Kediri

Kediri (Jatimupdate.id) -Mahasiswa KKN PSDKU UB Kediri Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan Untuk Toga dan Sayur Organik, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan. 

Kegiatan Sosialisasi tersebut berlokasi di Desa Ngablak Banyakan Kediri diselengarakan Pada 4 Agustus 2022. Program ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah rekomendasi yang applicable dan implementable untuk meningkatkan Kesehatan masyarakat serta upaya menurunkan prevalensi angka stunting di Kecamatan Banyakan khususnya pada Desa Ngablak.

Baca Juga: Socialpreneur Celebration, Puncak Karsa Penutupan KKN-T 2025 Unira Malang

Di Desa Ngablak ini masih banyak warga yang belum mengetahui dan memanfaatkan lahan pekarangan  untuk menanam toga dan sayuran organik.  "Toga dan sayuran organik sangat baik untuk kesehatan terutama dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan pemenuhan gizi pada ibu dan anak. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan untuk toga dan sayuran organik." Jelas Supriyadi, S.Pi. M.P selaku Dosen Pembimbing Lapang dan dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan (FPIK) PSDKU UB Kediri.

Tim KKN didampingi oleh BPP Kecamatan dalam melaksanakan program ini yang didukung oleh Ibu Camat. Kegiatan ini sejalan dengan program dari kecamatan tentang pemanfaatan lahan pekarangan guna menurunkan prevalensi angka stunting.

Baca Juga: Penutupan KKN Universitas Billfath Lamongan: Kontribusi Nyata Mahasiswa di Masyarakat

Santoso selaku kepala desa ngablak mengatakan bahwa adanya sosialisasi tanaman toga dan sayur organik di masyarakat diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat serta dapat bermanfaat di masa sekarang maupun yang akan datang.

Menurut Totok selaku perwakilan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menyatakan bahwa sekarang ini kita seharusnya mulai kembali ke yang alamia atau organik, untuk menanam atau budidaya tidak memerlukanbanyak lahan. Teknologi terkini, menanam tidak harus menggunakan tanah, tetapi bisa tanpa tanah. Contoh nya yaitu teknik tanam hidroponik menggunakan sekam padi. Dengan ini masyarakat tidak lagi pusing jika ingin menanam tanaman dengan lahan sempit.(yah)

Baca Juga: Mahasiswa KKN Billfath Lamongan Dorong Inovasi Pertanian di Desa Tritunggal

Editor : Redaksi