Catatan Mas AAS

Sungguh Hidup Itu Sangat Berharga Sekali

oleh : -
Sungguh Hidup Itu Sangat Berharga Sekali

AKU tidak rela kalau malam ini, aku langsung tidur pulas di kamar peraduan. Sebelum aku tuliskan semua yang aku alami, lihat, dan dapatkan selama sehari semalam ini tadi!

Bentar aku menghela nafas panjang sejenak. Sebelum aku lanjutkan menulisnya.

Aku hanya mengisahkan kejadian hidup selama 24 jam saja. Mulai dari jam 1 malam tadi tepatnya dinihari, aku mulai dari situ saja kisahnya. Kalau dimajukan jam nya, kebanyakan nanti ceritanya.

Sudah jadi kebiasaan aku berangkat dari rumah Surabaya, pergi ke UB Malang adalah dini hari. Berharap sebelum pukul 7 pagi aku sudah tiba di asrama mahasiswa dahulu namanya, sekarang namanya Griya UB. Karena aku ke Malang tepatnya ke UB itu bukan untuk bersenang-senang tapi untuk belajar plus tirakat! Jadi waktu juga jam, itu aku anggap ada maknanya.

Tibalah tadi aku pukul 7 di UB, aku langsung kumpul dengan para ksatria, dan punggawa di kampus UB. Mereka bukan ronin seorang ksatria tanpa bertuan. Tuan mereka adalah kampus UB. Duduk sebentar di situ sekira 7 menit, aku putuskan langsung ke fakultas ekonomi. Datang dengan tujuan ambil revisian dari tim promotor, serta menghadiri kakak tingkat sedang melaksanakan seminar proposalnya!

Kakak tingkat ini sudah di tahun ke 6, ia menempuh pendidikan doktoralnya di prodi PDIM (Program Doktor Ilmu Manajemen). Aku berangkat dari Surabaya khusus untuk datang menghadiri sempro beliau. Ikut mendukung dan memberi motivasi agar beliau tetap semangat menyelesaikan kuliahnya! Tepat pukul 12 tepat, sempro itu pun selesai. Tetap semangat ibu Anik!

Dan selanjutnya aku menuju ke fakultas fisip UB. Mengikuti krenteg hati, niat silaturahim. Bertemu seorang pejabat struktural di fakultas itu. Pejabat yang akan aku temui ini dahulu teman demo dan berdiskusi saat jadi mahasiswa S1 di kampus UB dua dasawarsa yang lampau! Ketemu orangnya bukan di ruang kantornya yang berkursi empuk tapi di parkiran! Saat bertemu pejabat ini, aku rada kurang konsen menyimak obrolan beliau. Karena aku menghadap dinding parkiran, ada tulisan di papan besar menempel di tembok parkiran berbunyi "Empat Pokok Ajaran Sunan Drajat":
1. Berilah tongkat kepada orang yang buta.
2. Berilah makan kepada orang yang kelaparan.
3. Berilah pakaian kepada orang yang telanjang.
4. Berilah berteduh kepada orang yang kehujanan.
Aku menatap lekat dan kuat-kuat kepada isi tulisan yang ada pada papan tulis itu. Dan spontan gantian menatap kuat juga lekat-lekat terhadap wajahnya sang pejabat itu. Dan aku hanya bisa berkata," Jiangkrik,wong sithok iki rek! Gak salah due bolo lawas iki. Ojo apik-apik lah dadi menungso iku. Biasane nek kapiken dadi uwong iku cepet mulih, kakak kamerad! Dadi sesuk kei nakal-nakal sithek lah!" Dan geeerrrr, beberapa orang anak yang sedang guyon maton parikeno di parkiran ngekek tertawa bareng!

Satu jam bercengkerama dengan kakak kamerad. Aku pun pamit menemui tokoh muda di Fakultas Ekonomi UB, bicarakan perihal buku pertamaku! Kita pun berbicara soal teknis dan tetek bengek nya! Tokoh muda ini begitu bahagia juga senang, aku kabari akan terbitnya buku pertamaku! "Kakak bertugas sukseskan acara bedah bukunya ya?" Aku sambil bergurau menggodanya. Dan tak aku duga ia sanggup akan sukseskan acara itu! "Siap Cak Broto!"

Sepertinya sebelum aku bertemu dengan waktu ashar dan adzan nya berkumandang. Aku sudah dua kali mengalami miracle. Satu dari pejabat Fisip, soal kepastian tempat buat acara bedah buku ku dan kedua dari tokoh muda Fe UB! Soal urusan administrasi bukunya, siapa yang akan menulis kata pengantarnya, terus untuk ucapan sekapur sirih di sisi belakang buku.

Semua seakan tak pernah direncanakan, mengikuti krenteg tarikan dari alam semesta saja tapi malah langsung kedadean! Bergegaslah aku ke Masjid Raden Patah buat solat ashar lalu bercengkerama dengan Sang Kekasih, sambil rebahan di dalam masjid! Aku adukan semua kejadian sebelumnya. Sambil memujaNya!

Saat di Masjid, perutku pun lapar. Dengan berjalan kaki aku menuju Griya UB. Makan dan minum di Griya UB gratis asal sebut nama seseorang upps! Tapi tadi sore aku bayar lho ya, apa yang aku makan juga minum! Usai dari situ aku putuskan untuk lanjut ke Pasuruan. Karena harus melakukan bimbingan skripsi! Biasalah selain jadi konsultan membuat nasi goreng yang enak, posisi ku yang lain adalah membimbing mahasiswa SI agar kuliahnya cepat lulus, tidak kaya saya dahulu, hampir 6 atau 7 tahun kuliah S1 nya. Tak perlu dicontoh! Ku putuskan segera ke ITB Yadika Pasuruan.

Sebelum mobil gerobak aku arahkan untuk keluar dari kampus UB. Pas di pintu gerbang jalan Veteran ada krenteg untuk mampir sejenak ke fakultas ku dahulu di FP UB saat kuliah SI. Menemui seseorang dan berbagi hadiah juga kebahagiaan dengannya! Sekira 30 menit di situ, pamit lah aku pulang, cus ke Pasuruan!

Tiba di Pasuruan pukul 7 tepat. Rehat sejenak dengan membaur bersama kolega biasalah me time sejenak, guyon maton parikeno. Bahas materi kuliah, penelitian, pengabdian, juga amplop upps!

Dan sesudah itu, jalani profesi sebagai dosen yang baik, bimbing skripsi. Dan tepat pukul 9, aku pamit pulang ke rumah di Surabaya!

Dan tepat pukul 11 malam tadi aku sampai di rumah. Mandi, sowan memuja-Nya. Dan kemudian menulis tulisan ini, sambil duduk di kursi goyang!

Sepertinya, aku benar-benar ingin tidur sekarang. Selamat malam teruntuk Anda semuanya.