Pengajian Al-Hidayah Satukan Perempuan Lewat Doa untuk Korban Bencana
Jakarta, JatimUPdate.id - Pengajian Al-Hidayah menegaskan peran strategis organisasi perempuan dalam merespons bencana alam melalui kegiatan Doa dan Munajat bersama bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan yang digelar secara hybrid ini menjadi ruang konsolidasi spiritual sekaligus sosial bagi perempuan lintas organisasi di seluruh Indonesia.
Doa dan Munajat diikuti oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), DPD Provinsi, hingga DPD Kabupaten/Kota Pengajian Al-Hidayah. Sejumlah organisasi perempuan turut bergabung, di antaranya Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Himpunan Wanita Karya (HWK), Gerakan Perempuan Ormas MKGR (GP MKGR), Himpunan Wanita Satkar Ulama Indonesia (HIWASI), Korps Perempuan Majelis Dakwah Islamiyah (KP MDI), Wanita Swadiri, dan PPK Kosgoro 1957.
Baca Juga: Sambal Bukan Sekadar Pedas, Tapi Jalan Menuju Ekonomi Mandiri
Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian, dalam sambutannya menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak empati dan solidaritas sosial. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar doa bersama, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab moral organisasi perempuan terhadap bangsa.
“Ketika musibah terjadi, perempuan harus hadir membawa penguatan, harapan, dan aksi nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Departemen Dakwah DPP Pengajian Al-Hidayah, Siti Napsiah Arifuzzaman, menyampaikan bahwa Doa dan Munajat ini bertujuan menyatukan hati seluruh anggota untuk memberikan dukungan moril dan materiil bagi para korban bencana di wilayah Sumatra. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penggalangan donasi yang dikoordinasikan secara nasional.
Baca Juga: Momentum Hardiknas, Pengajian Al-Hidayah Gelar Workshop Bertajuk “Pendidikan untuk Semua"
Ketua Dewan Penasehat DPP Pengajian Al-Hidayah, Sri Suparni Bahlil, mengapresiasi langkah cepat Al-Hidayah dalam menggerakkan perempuan lintas organisasi untuk merespons bencana. Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan merupakan cerminan nilai-nilai keumatan dan kebangsaan.
Rangkaian acara turut diisi tausiyah oleh Ustadz Abdul Latief yang mengingatkan pentingnya keimanan dan ketakwaan dalam menghadapi ujian hidup. Ia menegaskan bahwa doa dan solidaritas umat menjadi kekuatan spiritual yang menumbuhkan ketenangan serta harapan bagi para korban.
Baca Juga: DPP Pengajian Al-Hidayah dan DKM Masjid Ainul Hikmah Santuni Yatim dan Dhuafa di Bulan Ramadan
Melalui kegiatan ini, Pengajian Al-Hidayah juga menggalang donasi yang hingga pelaksanaan acara terkumpul sebesar Rp157.550.000. Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap ke Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Pengajian Al-Hidayah menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemulihan pascabencana serta mendorong peran aktif perempuan dalam gerakan kemanusiaan dan solidaritas nasional (*)
Editor : Redaksi