Matangkan Program Sekolah Desa, Graha Yakusa Foundation Bedah Kurikulum

Reporter : -
Matangkan Program Sekolah Desa, Graha Yakusa Foundation Bedah Kurikulum
Muhlis Ali bersama TPP Malang, dan Deki Umamun Rois, Kepala Sekolah Desa, serta TA PM Gresik, Yuristiarso Hidayat, saat dirumah orang tua Muhlis Ali di Desa Dempo, Kec. Pagak, Kab. Malang dalam rangka takziah ibunda Founder Graha Yakusa, belum lama ini.

 

Malang, JatimUPdate.id - Di tengah tantangan desa yang semakin kompleks, Graha Yakusa Foundation melangkah pasti.

Baca Juga: Energi Mengalir, Rakyat Tertinggal: Seruan Ketum HIGEMURA untuk Keadilan Madura

Pada Rabu, (24/12/2025), organisasi ini menggelar forum khusus di Graha Yakusa Pagelaran, Kabupaten Malang, untuk membedah rancangan silabus dan kurikulum Sekolah Desa.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memastikan bahwa program yang mereka rancang benar-benar relevan dan bermanfaat bagi perkembangan desa di Indonesia.

Forum ini dihadiri oleh tim penyusun, dewan pembina, serta para pegiat desa yang memiliki kepedulian mendalam terhadap dinamika dan kemajuan desa.

Satu per satu, setiap elemen kurikulum dan silabus dikaji secara saksama. Peserta forum memberikan berbagai catatan kritis dan masukan berarti untuk menyempurnakan materi ajar—agar mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Muhlis Ali, Dewan Pembina Program Sekolah Desa, menegaskan pentingnya proses ini.

“Bedah ini sangat krusial. Kami ingin menelaah secara detail dan memastikan urgensi dari setiap materi yang akan disampaikan,” ujar Muhlis Ali.

Ia menambahkan, “Kami ingin melihat sejauh mana kurikulum dan silabus ini bisa mencapai target dan tujuan program Sekolah Desa.”

Sekolah Desa dirancang dengan visi dan misi yang jelas—menyiapkan pemimpin dan talenta masa depan desa di Indonesia.

Baca Juga: Graha Yakusa ; Dari Ruang Kaderisari Menuju Jangkar Sosial Peradaban.

Setiap langkah dalam penyusunan kurikulum berorientasi pada hasil yang terukur, sehingga lulusan nantinya mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat.

Yuristiarso Hidayat, salah satu penggagas sekaligus pendamping desa Kabupaten Gresik, menyoroti urgensi program ini.

“Kebutuhan akan pemimpin masa depan desa kini sangat mendesak. Dinamika dan tuntutan desa semakin kompleks, dan tanggung jawab desa pun bertambah besar. Desa hari ini bukan sekadar melayani, namun juga menjadi penyedia bagi warganya,” jelasnya.

Menurut Yuristiarso, desa ke depan tidak hanya berperan sebagai institusi pemerintahan sosial, melainkan juga harus memiliki kemampuan inovatif, adaptif, dan kolaboratif. “Masa depan desa adalah masa depan Pentahelix. Karena itu, desa harus memiliki kepemimpinan yang kuat,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pegiat desa yang memiliki perhatian khusus terhadap isu-isu desa. Mereka sepakat bahwa Sekolah Desa merupakan program strategis untuk menyiapkan generasi baru pemimpin desa yang mampu menghadapi era perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas.

Baca Juga: Founder Graha Yakusa Bareng TPP Lintas Kabupaten Matangkan Modul Kurikulum Sekolah Desa

Program Sekolah Desa didesain untuk memberikan jawaban konkret atas tantangan yang dihadapi desa saat ini dan di masa depan.

Dengan penyusunan kurikulum yang matang dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, harapan besar disematkan pada program ini untuk melahirkan pemimpin desa yang visioner dan berdaya saing.

Upaya Graha Yakusa Foundation dalam menyusun dan mematangkan kurikulum Sekolah Desa menunjukkan komitmen kuat untuk membangun desa yang maju dan mandiri.

Proses evaluasi yang terbuka dan kolaboratif diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya talenta-talenta baru yang siap menghadapi tantangan zaman. Program ini tidak hanya penting bagi masa depan desa, namun juga untuk masa depan Indonesia secara keseluruhan. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat