Khofifah: Jawa Timur Terus Menguat sebagai Magnet Wisata Nusantara dan Mancanegara

Reporter : -
Khofifah: Jawa Timur Terus Menguat sebagai Magnet Wisata Nusantara dan Mancanegara
Air terjun Tumpak Sewu

Surabaya, Jatim UPdate.id – Provinsi Jawa Timur kembali membuktikan diri sebagai salah satu poros utama pariwisata nasional. Momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menjadi panggung penguatan posisi tersebut, seiring melonjaknya pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di Bumi Majapahit.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan optimisme bahwa Jawa Timur semakin mengukuhkan diri sebagai magnet liburan, tidak hanya bagi wisatawan nusantara, tetapi juga wisatawan mancanegara. Hal itu tercermin dari data pergerakan wisatawan yang terus menunjukkan tren peningkatan signifikan.

Baca Juga: Jatim Bersinar: 265 Desa di Jawa Timur Perkuat Aksi Nyata Anti-Narkoba

“Alhamdulillah, Jawa Timur tetap menjadi magnet wisatawan yang menghabiskan libur Nataru, bahkan jumlahnya semakin meningkat,” ujar Khofifah saat menyampaikan keterangan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (5/1).

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur hingga 4 Januari 2026, pergerakan wisatawan selama masa libur Nataru tahun ini diperkirakan mencapai 19.882.730 pergerakan. Angka tersebut menjadi indikator kuat tingginya kepercayaan publik terhadap Jawa Timur sebagai daerah tujuan wisata yang aman, nyaman, dan semakin mudah dijangkau.

Sementara itu, jumlah wisatawan yang tercatat berkunjung langsung ke berbagai daya tarik wisata (DTW) di Jawa Timur telah mencapai 10.004.117 orang. Dari total tersebut, wisatawan mancanegara (wisman) tercatat sebanyak 26.035 orang, sedangkan wisatawan nusantara (wisnus) mendominasi dengan jumlah 9.979.142 orang.

Menurut Khofifah, capaian tersebut tidak dapat dilepaskan dari perbaikan dan pemerataan infrastruktur, khususnya konektivitas jalan tol yang kini semakin optimal. Ia menilai, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan telah menjadi pengungkit utama pergerakan wisatawan ke berbagai wilayah di Jawa Timur.

“Kenaikan kunjungan wisman di Jawa Timur menunjukkan tren positif yang sangat baik, terlebih dengan dukungan infrastruktur jalan tol yang kini terkoneksi secara optimal,” jelasnya.

Ia mencontohkan, akses dari Surabaya menuju Pantai Boom Banyuwangi maupun kawasan wisata Ijen kini dapat ditempuh sekitar lima jam melalui jaringan tol. Sementara perjalanan menuju kawasan Malang Raya hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam.

“Kemantapan dan optimalisasi layanan jalan tol mendongkrak pergerakan wisatawan ke Jawa Timur. Terlebih Tol Probolinggo–Banyuwangi telah tembus hingga Exit Tol Paiton,” tegas Khofifah.

Baca Juga: Menteri Desa Dijadwalkan Hadiri Acara Silaturahmi Alim Ulama dan Rakernas di Ponpes Amanatul Ummah Surabaya

Selama momentum libur Nataru 2026, sejumlah destinasi wisata tercatat menjadi favorit pengunjung. Untuk wisatawan mancanegara, lima DTW teratas didominasi wisata alam berkelas dunia, yakni Air Terjun Tumpak Sewu Semeru (Lumajang), Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Teras Semeru (Lumajang), Taman Nasional Baluran (Situbondo), serta Florawisata San Terra (Kabupaten Malang).

Sementara itu, wisatawan nusantara cenderung memilih destinasi ikonik dan wisata keluarga. Lima DTW favorit wisnus antara lain Kebun Binatang Surabaya, Telaga Sarangan (Magetan), Dewi Mejono atau Gronjong Wariti (Kediri), Desa Wisata Sidomulyo (Kota Batu), serta Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri.

Tak hanya itu, kawasan wisata alam seperti Gunung Bromo, Kawah Ijen, berbagai pantai, hingga taman nasional tetap menjadi primadona wisatawan selama libur panjang. Daya tarik lanskap pegunungan, kawah vulkanik, dan pesona alam tropis Jawa Timur dinilai memiliki daya saing kuat di tingkat internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga memberikan apresiasi kepada para bupati dan wali kota di Jawa Timur yang terus melakukan penataan kawasan wisata secara berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai berperan besar dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.

“Penataan destinasi yang baik membuat wisatawan merasa betah, aman, dan ingin kembali lagi ke Jawa Timur,” ungkapnya.

Baca Juga: Khofifah Bantah Terima Ijon 30 Persen Dana Hibah Pokir DPRD Jatim

Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperkuat promosi pariwisata, khususnya dalam menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Khofifah menegaskan, Jawa Timur memiliki kekayaan lanskap alam pegunungan yang tidak kalah dengan destinasi internasional mana pun.

“Gunung Bromo dan Ijen adalah dua pesona alam yang menjadi tujuan utama wisman maupun wisnus,” tegasnya.

Selain promosi destinasi, Pemprov Jatim juga akan memperkuat sinergi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) se-Jawa Timur. Kolaborasi tersebut diarahkan pada pengemasan paket wisata terintegrasi yang menggabungkan destinasi, akomodasi, dan kuliner lokal.

“Kita akan terus mempromosikan berbagai destinasi wisata dan mengolaborasikannya dengan sektor perhotelan dan restoran yang tergabung dalam PHRI se-Jawa Timur,” pungkas Khofifah.(DPR) 

Editor : Redaksi