Dari 20.503 Desa Mandiri di Indonesia, 4.716 Desa Mandiri ada di Jatim
Miliki Jumlah Desa Mandiri Terbanyak, Jawa Timur Pimpin Transformasi Desa Berkelanjutan
Surabaya, JatimUPdate.id - Di tangan warga desa, masa depan Indonesia sedang dibentuk. Bukan sekadar slogan, ini adalah realitas baru di Jawa Timur, di mana ribuan desa kini bersiap melompat dari sekadar mandiri menjadi berkelanjutan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan visi besar ini bertepatan dengan momentum Hari Desa Nasional 2026.
Baca Juga: Menjaga Akar di Tengah Globalisasi, Pemprov Jatim Apresiasi Ratusan Pelaku Budaya
Dalam pernyataannya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (15/1/2026), Khofifah menyebut langkah ini sebagai fondasi krusial menuju visi Indonesia Maju 2045.
Baginya, desa bukan lagi objek pinggiran, melainkan jantung dari pembangunan nasional.
Bagi Khofifah, pencapaian status administratif hanyalah permulaan. Transformasi menuju desa berkelanjutan menuntut kemampuan desa untuk mengelola potensi lokal secara cerdas demi peningkatan kualitas hidup yang nyata—mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.
“Di Jawa Timur sudah terbentuk 4.716 desa mandiri. Ke depan, desa-desa ini akan kami dorong menjadi desa berkelanjutan,” ujar Khofifah.
Keterangan Gambar: Penganugrahan penghargaan Desa-Desa terbaik pada Peringatan Hari Desa Nasional di Kabupaten Boyolali
Ia menekankan bahwa ketika sebuah desa mampu berdiri di atas kakinya sendiri dan merawat sumber dayanya untuk jangka panjang, maka Indonesia secara otomatis akan tumbuh kuat dari akarnya.
Semangat ini selaras dengan tema nasional tahun ini: “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia.”
Data berbicara lantang mengenai keseriusan provinsi ini. Berdasarkan Keputusan Menteri Desa PDTT Nomor 343 Tahun 2025, Jawa Timur kokoh di peringkat pertama nasional sebagai provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak.
Dari 20.503 Desa Mandiri, 23 Persen Ada Di Jatim
Dari total 20.503 desa mandiri di seluruh Indonesia, sebanyak 4.716 desa—atau sekitar 23 persen—berada di wilayah Jawa Timur.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti kerja keras ribuan kepala desa, perangkat, dan warga yang bahu-membahu membangun wilayahnya.
“Alhamdulillah, Jawa Timur menjadi provinsi dengan desa mandiri terbanyak di Indonesia. Ke depan, desa-desa ini diharapkan naik kelas,” tambah Khofifah dengan optimisme.
Untuk merealisasikan visi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak bergerak dengan tangan kosong. Sejumlah program strategis telah digulirkan untuk menyentuh langsung denyut nadi ekonomi pedesaan.
Salah satu andalannya adalah Program Desa Berdaya, yang sejak 2021 telah memperkuat identitas ekonomi di 538 desa yang tersebar di 29 kabupaten/kota. Program ini dirancang untuk menajamkan potensi unik setiap desa agar memiliki daya saing.
Di sektor pariwisata, program Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera) telah diterapkan di 149 desa wisata.
Inisiatif ini bertujuan menjembatani kesenjangan ekonomi antara desa dan kota dengan menjadikan pariwisata berbasis masyarakat sebagai motor penggerak.
Tak berhenti di situ, ambisi membawa produk desa ke pasar global diwujudkan melalui Program Desa Devisa. Program ini membuka akses ekspor bagi produk unggulan desa, memberikan peluang bagi para pengrajin dan pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kesejahteraan mereka secara signifikan.
Khofifah menyadari bahwa transformasi besar ini tidak bisa dilakukan sendirian. Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemerintah menjadi syarat mutlak untuk menciptakan inovasi yang adaptif.
Menutup pesannya di Hari Desa Nasional, Gubernur Khofifah mengajak seluruh perangkat desa untuk terus berbenah. “Desa yang mandiri dan berkelanjutan akan menjadi penopang utama kemajuan Indonesia,” pungkasnya.
Baca Juga: H. Junaedi, Kepala Desa Ponggok Dilantik Sebagai Ketua DPP APDESI
Langkah Jawa Timur dalam mendorong transformasi menuju desa berkelanjutan menawarkan peta jalan yang menarik bagi pembangunan Indonesia. Ini adalah pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak selalu diukur dari gedung-gedung tinggi di ibu kota, tetapi dari kesejahteraan yang dirasakan oleh warga di pelosok desa. Kini, tantangannya adalah menjaga konsistensi dan memastikan bahwa setiap program yang dicanangkan benar-benar membawa perubahan nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Apresiasi Desa Yosowilangun Kab. Gresik
Secara khusus, Gubernur Jawa Timur memberikan apresiasi atas raihan prestasi Desa-Desa di Provinsi Jawa Timur yang mendapat prestasi tingkat nasional pada Hari Desa Nasional 2026 yang peringatannya di gelar di Kabupaten Boyolali.
"Terima kasih atas raihan prestasinya, capaian ini mesti jadi pelecut untuk motivasi berbuat lebih baik lagi dan menjadi best practise untuk desa-desa lainnya di Jatim," kata Khofifah.
Seperti diketahui Desa Yosowilangin Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik meraih prestasi tingkat nasional dengan dinobatkan sebagai Juara 2 Lomba BUM Desa Inspiratif Tahun 2025 Tingkat Nasional yang pemberian penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Desa Yandri Susanto di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada acara Peringatan Hari Desa Nasional pada Kamis (15/01/2026).
"Alhamdulillah Desa tercinta Yosowilangun menerima penghargaan Juara 2 Lomba BUM Desa Inspiratif Tahun 2025 Tingkat Nasional. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Pak Abdur Rosyid, Kades Yosowilangun, didampingi Pak Abu Hasan, Kadis PMD Gresik yang setia mendampingi rombongan hingga ke Boyolali bersama Direktur BUMDesa kami," kata Ismana, Sekdes Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik kepada Redaksi JatimUPdate.id pada Jumat pagi (16/01/2026) via fasilitas wa.
Lebih jauh Sekdes Yosowilangun juga menyampaikan raihan lainnya yaitu penghargaan Desa Inovasi BUM Desa Tingkat Provinsi Jawa Timur pemberian penghargaan di Warung Kae, Desa Kebonagung, Kec. Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak didampingi Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, pada Kamis (15/01/2026).
Secara khusus Sekdes Yosowilangun menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak baik dari Pemprov Jatim, Pemkab Gresik serta Tim Pendamping Desa Kabupaten Gresik yang tiada henti mendampingi inisiasi proyek Kawasan Ekonomi Desa (KED) Buyos alias Bumi Yosowilangun yang dikerjakan tiada henti sejak 2022.
"Inisiasi KED Buyos ini dimulai pada 2022, saat Desa Yosowilangun mendapatkan BAK [Bantuan Keuangan Khusus] program Desa Berdaya dari Pemprov Jatim yang merupakan program andalan Bu Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa. Saat ini Kawasan Ekonomi Desa Buyos sudah beroperasi dan berujung Penghargaan. Pak Kades, dan seluruf staf pemdes serta warga desa mengucapkan terima kasih atas dukungannya kepada Bu Gubernur, Pak Wagub, Pak Bupati, Pak Wabub, Pak Kadis PMD Gresik dan TPP Gresik, Gusti Allah ingkang saget membalas kebaikan semua ini," kata Sekdes yang mendapat pesan Kades Yosowilangun, Abdur Rosyid guna menyampaikan ungkapan terima kasih tersebut.
Proses Inisiasi Panjang 2022
Redaksi JatimUPdate.id secara khusus mengabadikan proses panjang pengembangan Kawasan Ekonomi Desa (KED) Yosowilangun yang diberi tittle Buyos alias Bumi Yosowilangun, dimana proses panjang itu ditandai dengan aktivitas Grounbreaking pada Senin, 5 Desember 2022 lalu.
Baca Juga: Jawa Timur Deklarasikan Gerakan Bersih Narkoba, Mendes PDT Ajak Awasi Desa Dari Peredaran Narkoba
Berikut ini petikan berita JatimUPdate.id kala itu.

Pemerintah Desa Yosowilangun Gresik Tarik Investor Bangun Sport Center Buyos senilai Rp7 miliar. Pemerintah Desa Yosowilangun Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik berhasil menarik investor guna Pengembangan Kawasan Ekonomi Desa (KED) dengan pemanfaatan tanah kas desa seluas 12.000 meter persegi menjadi Pusat Komplek Olahraga Terpadu dengan nilai invetasi Rp7 miliar.
Keberhasilan Pemdes Yosowilangun itu dikarenakan adanya stimulant Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Berdaya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sehingga dijadikan dasar untuk membuat perencanaan Kawasan serta icon desa dengan istilah Buyos atau Bumi Yosowilangun.
Prosesi Launching icon Desa Yosowilangun yaitu Buyos dilakukan bersamaan dengan proses groundbreaking pembangunan konstruksi Kawasan Ekonomi Desa Sport Center pada Senin, (5/12/2022).
“Alhamdulillah, dengan adanya stimulant Desa Berdaya dari Bu Khofifah [Khofifah Indar Parawansa/Gubernur Jatim], Desa Yosowilangun berhasil menggaet setidaknya 2 investor guna membangun KED [Kawasan Ekonomi Desa] berupa Sport Center terpadu serta icon desa disebut Buyos,” Kades Yosowilangun Abdur Rosyid dalam sambutannya pada acara Launching Icon Buyos dan Ground Breaking Sport Center terpadu.
Pada acara itu dihadiri oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jatim, Bupati Gresik, DPMD Kabupaten Gresik, Kapolsek, Koramil, Kominfo, Camat, dan jajaran investor serta tenaga professional pendamping desa.
Lebih jauh Abdur Rosyid mengungkapkan upaya memperkenalkan icon Buyos serta pembangunan sport center di areal tanah kas desa ini merupakan upaya untuk semakin memberikan nilai tambah kepada asset desa agar bisa lebih mensejahterakan warga desa.
“Langkah strategis Desa Yosowilangun ini tidak lepas dari dukungan penuh Gus Yani [Fandi Ahmad Yani] selaku Bupati Gresik beserta jajarannya. Ini juga sebagai upaya mensinergikan kegiatan Desa dengan Nawakarsa Pemkab Gresik, khususnya optimalisasi penggunaan asset desa,” kata Rosyid kala itu.(mmt/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat