Tumbuhkan Minat Baca, Dinas Perpustakaan Sidoarjo Gelar Gebyar Literasi Anak

avatar Imam Hambali
  • URL berhasil dicopy
Gebyar Literasi Anak berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo dan diikuti oleh siswa Kelompok Bermain (KB), TK Citra Tunas Bangsa, serta SD Negeri Pucang 3 Sidoarjo.
Gebyar Literasi Anak berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo dan diikuti oleh siswa Kelompok Bermain (KB), TK Citra Tunas Bangsa, serta SD Negeri Pucang 3 Sidoarjo.

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo menggelar Gebyar Literasi Anak sebagai upaya menumbuhkan minat baca sekaligus menanamkan nilai budaya menabung sejak usia dini.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 Tahun 2026.

Gebyar Literasi Anak berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo dan diikuti oleh siswa Kelompok Bermain (KB), TK Citra Tunas Bangsa, serta SD Negeri Pucang 3 Sidoarjo.

Anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan, salah satunya melalui lomba mewarnai.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diajak menyalurkan kreativitas, tetapi juga diperkenalkan dengan nilai sejarah serta kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo.

Salah satu pesan utama yang disampaikan yakni pentingnya budaya menabung yang telah dikenal masyarakat Sidoarjo sejak masa lampau.

Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, Erna Kusumawati, menjelaskan bahwa budaya menabung merupakan bagian dari sejarah masyarakat Sidoarjo.

Ia mencontohkan kisah Jaka Pandelegan yang menabung padi di kawasan Candi Pari, Kecamatan Porong, sebagai nilai sejarah yang patut diteladani.

IDUL FITRI 1447H JATIM UPDATE

“Nilai-nilai tersebut kami kenalkan kembali kepada anak-anak agar sejak usia dini mereka terbiasa menabung,” ujar Erna melalui keterangan tetulisnya, Selasa (3/2/2025).

Selain itu, kegiatan mewarnai juga dimanfaatkan untuk mengenalkan identitas Kabupaten Sidoarjo melalui simbol daerah. Anak-anak diperkenalkan huruf “S” yang merepresentasikan Sidoarjo, dengan visual udang dan bandeng sebagai ikon khas daerah.

“Melalui kegiatan mewarnai, anak-anak TK dikenalkan simbol Sidoarjo. Huruf ‘S’ berasal dari bentuk udang dan bandeng, sehingga dengan cara yang menyenangkan anak-anak lebih mudah memahami identitas daerahnya,” tambahnya.

Gebyar Literasi Anak semakin semarak dengan kehadiran Yuk Cilik Sidoarjo, Desmilana Tenri Zhafeera, yang turut mendampingi dan memberi semangat kepada para peserta.

Kehadiran duta anak tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga serta kedekatan anak-anak terhadap budaya dan pariwisata Sidoarjo.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah destinasi unggulan Kabupaten Sidoarjo turut diperkenalkan, di antaranya Wisata Bahari Tlocor, Industri Tas dan Koper Tanggulangin, Candi Dermo, Pulau Lusi, Candi Pari, hingga Museum Mpu Tantular.

Melalui Gebyar Literasi Anak, Pemkab Sidoarjo berharap literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai sarana menanamkan karakter, nilai sejarah, serta kecintaan terhadap daerah sejak usia dini.(ih/yh)