Warga Bondowoso Tunggu Reaktivasi KA, DPRD Jatim: Bisa Dongkrak Ekonomi

Reporter : -
Warga Bondowoso Tunggu Reaktivasi KA, DPRD Jatim: Bisa Dongkrak Ekonomi
Anggota DPRD Jatim Agung Mulyono saat menyerap aspirasi warga dalam kegiatan reses di Bondowoso, Selasa (10/2/2026).

 

Bondowoso, JatimUPdate.id – Rencana reaktivasi jalur kereta api Kalisat–Bondowoso–Panarukan mendapat dukungan kuat dari masyarakat.

Baca Juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat

Aspirasi tersebut mencuat saat anggota DPRD Jawa Timur, Agung Mulyono, menggelar reses di Bondowoso, Selasa (10/2/2026).

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim itu mengatakan, dari hasil serapan aspirasi di sejumlah titik, warga berharap proyek reaktivasi kereta segera direalisasikan karena dinilai mampu menggerakkan perekonomian daerah.

“Jika ini terwujud, tentu akan mensejahterakan warga, khususnya melalui peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Agung Mulyono.

Politisi asal Banyuwangi yang akrab disapa Pak Dokter itu menjelaskan, reaktivasi jalur kereta akan memperkuat konektivitas regional dengan menghubungkan tiga kabupaten, yakni Jember, Bondowoso, dan Situbondo.

Jalur tersebut diharapkan menjadi alternatif transportasi penumpang yang aman, nyaman, dan terjangkau, sekaligus mengurangi ketergantungan pada moda jalan raya.

Selain untuk mobilitas penumpang, jalur kereta juga dinilai strategis bagi distribusi barang. Kereta api akan memudahkan pengangkutan komoditas pertanian dan hasil perkebunan dari Bondowoso dan Situbondo menuju Pelabuhan Panarukan.

Baca Juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik

“Ini akan meningkatkan nilai jual produk lokal sekaligus kesejahteraan petani. Selain itu, biaya logistik bisa ditekan karena distribusi menjadi lebih cepat dan efisien,” katanya.

Diketahui, jalur kereta api Kalisat–Bondowoso–Panarukan telah nonaktif sejak 2004. Kini, rencana reaktivasi memasuki tahap lebih serius, ditandai dengan pelaksanaan Survei Identifikasi Desain (SID) oleh Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya pada Oktober 2025.

Proyek tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Jember. Reaktivasi jalur ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi logistik ke Pelabuhan Panarukan, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan tapal kuda.

Catatan Redaksi JatimUPdate.id menunjukkan Kementrian Perhubungan tengah menyiapkan perencanaan terkait reaktivasi sejumlah jalur kereta api yang tidak berfungsi untuk dihidupkan kembali, jalur Kedungjati-Tanggung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Untuk ruas jalur KA ini, manajemen PT KAI, Dirut PT KAI turun langsung meninjau kedua stasiun kuno yang bernilai herritage mengingat ada yang berornamen arsitektur Swiss.

Baca Juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya

Kemenhub juga berencana mengaktivasi jalur rel  Kalisat-Bondowoso-Situbondo-Panarukan, yang bernilai historis tinggi terkait peristiwa Gerbong Maut juga jalur yang diketahui dalam Buku karya RM Margono Djojohadikusumo, 10 Tahun Koperasi 1930-1940 terbitan Balai Pustaka menunjukkan jalur Kalisat-Panarukan merupakan jalur ekonomi yang digunakan oleh Koperasi Sinar Jaya yang beroperasi di Sukowono Jember dan beberapa kecamatan di Bondowoso untuk mengangkut komoditas ekspornya baik sayuran kubis yang dieksper ke Singapura serta komoditas tembakau baik jenis na oos maupun voor oos yang kala itu bernilai ekonomi tinggi era Hindia Belanda.

Jalur reaktivasi lainnya juga bakal menyasar Klakah-Lumajang, Madiun-Ponorogo, Bojonegoro-Tuban. (ries/yh)

 

Editor : Yuris. T. Hidayat