Bahlil Lahadalia Soroti Distorsi Kader, Kukuhkan Pengurus Akademi Partai Golkar

Reporter : -
Bahlil Lahadalia Soroti Distorsi Kader, Kukuhkan Pengurus Akademi Partai Golkar
Pengukuhan Pengurus Akademi Partai Golkar

Jakarta, JatimUPdate.id - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyoroti adanya “distorsi” antara cita-cita Partai Golkar dan praktik kader di lapangan, baik di legislatif maupun eksekutif. Karena itu, ia menilai penguatan Akademi Partai Golkar menjadi kunci untuk meluruskan arah dan karakter kader ke depan.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat Pengukuhan Pengurus Akademi Partai Golkar di Sekretariat DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Ia mengaku selama lebih dari satu tahun memimpin, banyak belajar tentang tipologi kader serta sejarah berdirinya Golkar yang lahir dari konsolidasi berbagai kelompok masyarakat.

Baca Juga: Bamsoet Dorong F- Partai Golkar Jadi Garda depan Penataan Sistem Partai Politik Perkuat Demokrasi dan Keadilan Sosial

Menurut Bahlil, Golkar sejak awal mengusung politik kesejahteraan dengan doktrin karya-kekaryaan. Namun, nilai tersebut dinilai mulai tergerus dalam praktik politik sehari-hari. “Cita-cita partai menyedepankan kepentingan umum. Tapi di lapangan, sering kali ‘tulis lain, baca lain, bikin lain’. Ini yang saya sebut distorsi,” ujarnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Kepastian Investasi, Akselerasi Hilirisasi, dan Jamin Stok Energi Nasional Aman

Ia menekankan bahwa kekuasaan bukan tujuan akhir Golkar, melainkan alat untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Karena itu, karakter kader harus dibentuk agar memiliki pembeda yang jelas dibanding partai lain tidak sekadar mengejar posisi.

Bahlil menilai Akademi Partai Golkar menjadi ruang strategis untuk kolaborasi senior–junior dalam menanamkan kembali filosofi partai. Targetnya, kader yang lahir dari akademi memiliki identitas kuat dan konsisten dengan nilai kesejahteraan.

Baca Juga: Rasisme Bukan Kritik: Membaca Prestasi Bahlil Lahadalia di Sektor Energi dan Tambang

“Kader Golkar itu harus kelihatan karakternya. Jangan asbun,” pungkasnya (*)

Editor : Redaksi