Dosen Unesa: Sekda dari Luar NTB Bisa Jadi Kunci Netralitas dan Stabilitas Birokrasi

Reporter : -
Dosen Unesa: Sekda dari Luar NTB Bisa Jadi Kunci Netralitas dan Stabilitas Birokrasi
Ken Bimo Sultoni, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id – Wacana menghadirkan figur dari luar daerah dalam pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN) sekaligus memperkuat profesionalisme birokrasi.

Pandangan itu disampaikan Ken Bimo, dosen Fisipol Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Menurutnya, posisi Sekda memiliki peran krusial karena menjadi motor administratif pemerintahan daerah.

Baca Juga: Pengamat Ingatkan Pemkot: Abai Situs Sejarah Lemahkan Identitas Kota Pahlawan

“Sekda bukan sekadar koordinator birokrasi, tetapi penjamin tata kelola administrasi dan pengelolaan keuangan daerah agar berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan transparansi,” ujarnya, Senin (16/2)

Karena itu, figur dengan latar belakang kuat dalam tata kelola administrasi serta pengawasan keuangan dinilai sangat relevan untuk mengisi posisi tersebut.

Ken Bimo menilai, opsi menghadirkan sosok dari luar NTB justru dapat menjadi langkah strategis. Selain menjaga netralitas, langkah itu juga berpotensi meminimalisir konflik kepentingan di internal birokrasi.

Baca Juga: Gandeng UNESA, Pemkab Bondowoso Bidik UMKM Berbasis Industri Olahan

“Membawa figur dari luar daerah bisa mengurangi tarik-menarik kepentingan elite lokal, sekaligus memperkuat posisi Sekda sebagai pembina ASN yang berdiri di atas semua faksi,” katanya.

Dalam perspektif tata kelola pemerintahan, lanjutnya, netralitas birokrasi merupakan prasyarat utama terciptanya stabilitas politik dan efektivitas kebijakan. Terlebih jika kandidat yang dipilih memiliki rekam jejak bersih, berintegritas, serta pengalaman dalam sistem pemerintahan dan pengelolaan keuangan.

“Rekam jejak yang baik menjadi modal penting untuk memastikan tertib administrasi, disiplin anggaran, dan pencegahan risiko penyimpangan,” tegasnya.

Baca Juga: Rumah Radio Bung Tomo, Pengamat: Memori Sejarah Jangan Dikalahkan Kepentingan Ekonomi

Ia menekankan, setidaknya ada empat tugas strategis yang harus dijalankan Sekda ke depan. Pertama, menjaga netralitas ASN. Kedua, memperkuat sistem pengendalian internal. Ketiga, menata manajemen kinerja birokrasi secara profesional. Keempat, menjadi jembatan stabil antara kepala daerah dan seluruh perangkat daerah.

Karena itu, opsi kandidat Sekda dari luar daerah dinilai layak dipertimbangkan secara objektif dan terbuka. Dengan figur yang tepat, Sekda diharapkan mampu menjadi pengayom seluruh unsur birokrasi serta menjaga stabilitas pemerintahan daerah secara berkelanjutan.

Editor : Yuris. T. Hidayat