Wamen Desa : Menwa Garda Terdepan Bela Negara Di Kampus
Rektor Undana Harap Menwa Jadi Motor Perubahan NTT
Kupang, JatimUPdate.id – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri Semuel Bale, menegaskan peran strategis Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadana Nusa Tenggara Timur dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya di desa-desa terpencil di provinsi ini.
Baca Juga: 2025, Tidak Ada Rekrutmen Tenaga Pendamping Desa Baru
Pernyataan tersebut disampaikan saat pelantikan Komandan Resimen Mahasiswa Mahadana NTT di Aula Rektorat Undana, Kamis (19/2/2026).
Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia sekaligus Komandan Komando Nasional Resimen Mahasiswa (Dankonas).
Hadir pula Wali Kota Kupang Christian Widodo, jajaran Forkopimda Provinsi NTT, pimpinan perangkat daerah, para wakil rektor Undana, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, serta anggota Menwa Mahadana NTT.
Secara khusus Wamen Desa PDT Ahmad Riza Patria yang juga Komandan Komando Nasional Resimen Mahasiswa (Dankonas) menyatakan peran penting Menwa sebagai garda terdepan bela negara di dalam Kampus Perguruan Tinggi.
Disisi lain, Prof. Jefri menyebut momentum pelantikan ini sebagai momen istimewa yang menandai dukungan nyata pemerintah pusat terhadap pembinaan generasi muda di NTT.
“Kehadiran Wamendes PDT yang juga Dankonas sebagai pimpinan pelantikan menunjukkan perhatian tinggi pemerintah terhadap pembinaan mental dan disiplin mahasiswa di daerah,” ujar Rektor Undana.
Rektor menegaskan bahwa Menwa Mahadana adalah wadah pengembangan mental dan kedisiplinan generasi muda yang terdidik dan berjiwa korsa.
Ia mengingatkan bahwa tugas utama mahasiswa tetaplah menuntut ilmu, menyelesaikan studi tepat waktu, dan menghasilkan karya akademik yang berdampak bagi masyarakat.
Prof. Jefri mengharapkan kepemimpinan Menwa yang baru dapat menjaga keseimbangan antara akademik dan pengabdian. “Disiplin yang dilatih di Menwa harus menjadi pemicu kesuksesan di masa depan,” katanya.
Lebih jauh, Rektor mengajak para anggota Menwa untuk menjadi kader penggerak perubahan dengan membangun kolaborasi dan komitmen demi kemajuan bersama.
Peran Menwa sebagai ujung tombak pengabdian masyarakat di desa-desa pelosok sangat penting dalam memperkuat sinergi pembangunan bangsa.
Melalui program Satuan Tugas Dharma Bakti, Menwa Mahadana telah aktif melakukan pengabdian yang setara dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN), menjangkau berbagai wilayah di NTT. Rektor berharap kontribusi ini terus ditingkatkan agar kehadiran generasi muda terdidik memberi dampak nyata dalam pembangunan desa.
Ia juga menegaskan pentingnya melestarikan nilai luhur, menjaga nama baik organisasi, dan mempertahankan semangat pengabdian yang tinggi di kalangan anggota Menwa.
Prof. Jefri menyampaikan apresiasi kepada Dankonas sekaligus Wakil Menteri Desa atas kesediaannya memimpin langsung pelantikan dan memberikan pengarahan. Kehadiran pemerintah pusat diharapkan menjadi semangat baru dalam penguatan pembinaan generasi muda di daerah.
Mewakili seluruh rektor dan pimpinan perguruan tinggi di NTT, Rektor Undana memberikan dukungan penuh kepada komandan baru Menwa Mahadana, Fahmi Abdullah.
Baca Juga: Wamen Viva Yoga: Kita Tuntaskan Tumpang Tindih Lahan Transmigrasi dan Kawasan Hutan
Ia menilai latar belakang kepemimpinan Fahmi sebagai energi positif dalam mengembangkan semangat kewirausahaan dan pengabdian generasi muda.
Rektor juga menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pihak terkait agar pembinaan, pemberdayaan, serta pengerahan satuan Menwa berjalan optimal.
“Dengan semangat pengabdian yang sama, kita akan terus bergerak bersama untuk kemajuan Indonesia Raya,” tutup Prof. Jefri.
Pelantikan Komandan Menwa Mahadana NTT yang dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Desa PDT menegaskan perhatian pemerintah pusat terhadap peran strategis generasi muda dalam pembangunan daerah.
Menwa bukan hanya organisasi yang melatih kedisiplinan, namun juga wadah pengabdian yang mampu menjangkau desa-desa pelosok di NTT. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan aparat keamanan menjadi kunci keberhasilan pembinaan dan pemberdayaan Menwa.
Semangat pengabdian dan kolaborasi ini diharapkan terus tumbuh untuk masa depan yang lebih baik bagi wilayah Nusa Tenggara Timur dan Indonesia secara keseluruhan.
Wamen Desa PDT : Menwa Garda Depan Bela Negara di Kampus.
Lebih jauh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) RI sekaligus Komandan Komando Nasional Resimen Mahasiswa (Dankonas Menwa) RI Ahmad Riza Patria menilai Menwa adalah garda terdepan bela negara di Kampus.
Baca Juga: Dari Kupang, Surat Haru Sofia untuk Presiden Prabowo: “Terima Kasih Sudah Bangun Sekolah Rakyat”
“Ini bukan sekadar jabatan, tetapi amanah dan pengabdian,” katanya dalam keterangan yang diterima dari Humas Pemprov NTT di Kupang, Jumat (20/02/2026), sebagaimana dikutip dari Antara.com.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri dan melantik Komandan Resimen Mahasiswa Mahadana NTT di Undana Kupang pada Kamis (19/2) sore.
Pelantikan Komandan Resimen Menwa Mahadana NTT, dihadiri langsung oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena yang saat itu dinobatkan sebagai Anggota Kehormatan Resimen Mahasiswa Mahadana NTT.
Menurut dia, penguatan Resimen Mahasiswa atau Menwa adalah sebagai bagian penting dalam strategi bela negara, pembangunan desa dan pembinaan karakter gerenasi muda di wilayah perbatasan.
Ahmad Riza Patria, menegaskan pelantikan komandan Menwa bukan agenda seremonial, melainkan momentum tanggung jawab kebangsaan.
Dalam momentum tersebut, Riza juga mengisahkan sejarah Resimen Mahasiswa Indonesia yang didirikan pada tahun 1959-1963 sebagai wadah bela negara bagi mahasiswa.
Ia juga mengatakan, Menwa dalam tugas-tugasnya harus selalu setia terhadap kepentingan besar negara dan berdampak bagi kehidupan sosial kemasyarakatan dan pembangunan di tengah masyarakat. (rio/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat