Catatan Redaksi: Data, Panggung, dan Arah 2029

Reporter : -
Catatan Redaksi: Data, Panggung, dan Arah 2029
Ilustrasi

Surabaya lagi sibuk beres-beres data. Angkanya besar 181 ribu lebih kepala keluarga belum terverifikasi DTSEN. Dari 250 ribuan turun jadi 197 ribuan, kini 181 ribuan. Tiap hari rata-rata 500-an KK disebut berhasil ditemukan. Angka-angka itu dipaparkan dengan penuh percaya diri dalam konferensi pers.

Secara administratif ini kabar baik terdapat progres. Ada koordinasi juga klaim ASN turun lapangan yang ditarget rampung sebelum 31 Maret 2026.

Baca Juga: Sebut Banyak Politisi Ingin Merapat ke PSI Surabaya, Yuga Enggan Sebut Nama

Tapi politik tidak pernah benar-benar jauh dari angka.

Isu DTSEN dibawa ke 12 titik reses. Didorong sampai ke level RT dan RW, 1.360 RW dan 9.149 RT disebut bisa jadi kekuatan besar untuk menggerakkan warga mengecek data masing-masing. Bahkan ada opsi penertiban sementara NIK bagi yang belum terkonfirmasi agar muncul respons klarifikasi.

Di sini letak menariknya. DTSEN bukan cuma daftar nama, namun juga menyangkut peta sosial-ekonomi kota, alamat warga, status keluarga, potensi akses layanan dan program bantuan. Dalam politik lokal, siapa yang paham peta demografi dia punya kompas.

Baca Juga: PSI Jatim Pasang Target 100 Kursi DPRD dan 8 Kursi Provinsi

Tidak ada tanda-tanda pelanggaran, sistem tetap di tangan pemerintah. Aparatur yang bekerja. Prosesnya formal, Itu harus dicatat secara seksama.

Namun publik juga wajar membaca momentum Tahun 2026 merupakan masa pemanasan panjang menuju 2029. Di fase seperti ini isu teknis bisa berubah jadi panggung politik atau pembuktian, siapa yang terlihat paling aktif, siapa yang paling getol bicara data, siapa yang paling sering tampil mengawal percepatan.

Apakah ini murni kerja pengawasan? Bisa jadi.

Baca Juga: Usai Retret Kader di Trawas, Ini Langkah Gerindra Surabaya Songsong Pemilu 2029

Apakah ada nilai politik di dalamnya? Hampir pasti ada.

Karena di kota sebesar Surabaya, data bukan hanya urusan administrasi. Namun bisa berubah menjadi alat baca kekuatan. Dan siapa pun yang mulai rajin berbicara tentang satu juta lebih kepala keluarga, tentu sedang membaca sesuatu yang lebih jauh dari hari ini.

Editor : Redaksi