DPRD Minta Pasar Murah Tak Cuma 93 Titik, Dorong Skema Kupon
Surabaya,JatimUPdate.id – Anggota Komisi B DPRD Surabaya Saiful Bahri merespons positif pasar murah Pemkot Surabaya yang digelar di 93 titik.
Menurutnya, program tersebut patut diapresiasi, namun cakupannya perlu diperluas agar benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau menurut saya itu respons positif. Namun kegiatan pasar murah itu tidak hanya bertumpu di 93 titik. Kalau bisa semua kelurahan, bahkan setiap RW diadakan,” kata Saiful, Rabu (4/2).
Ia menilai, penentuan 93 titik belum tentu sesuai dengan kondisi riil di lapangan yang juga berpotensi tidak tepat sasaran.
Maka dari itu, Saiful berharap jumlah titik pasar murah bisa ditambah dan menjangkau lebih banyak wilayah.
“Kadang-kadang yang sudah ditentukan 93 titik itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Adakalanya tidak tepat sasaran. Maka dengan demikian saya berharap yang 93 titik itu ditambah. Kalau bisa semua RW bisa adakan pasar murah,” tegasnya.
Selain perluasan lokasi, ia juga menekankan pentingnya pendataan dan pengawasan sebelum program dijalankan.
Menurutnya, harus dipastikan barang bersubsidi benar-benar dibeli warga yang membutuhkan.
“Seharusnya sebelum melakukan itu didata dulu pasar murah nanti jatuhnya ke mana. Apakah betul-betul kepada orang yang membutuhkan atau kepada umum,” katanya.
Saiful juga mengusulkan penggunaan kupon bagi warga yang berhak agar distribusi lebih terkontrol.
“Mereka yang akan membeli itu harus ada semacam kupon yang berhak. Sehingga nanti tepat sasaran,” pungkasnya.
Kepala Dinkopumdag Surabaya, Mia Santi Dewi, menyampaikan bahwa pasar murah akan digelar pada 2 Maret 2026 mulai pukul 07.30 WIB di 31 lokasi.
Kemudian dilanjutkan pada 5 Maret 2026 mulai pukul 08.00 WIB di 62 lokasi.
“Pelaksanaannya kami sesuaikan menjadi tanggal 2 dan 5 Maret, dan akan digelar serentak di seluruh kecamatan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Mia. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman