IPB Buka Beasiswa S2 Khusus Wartawan, Kuliah 18 Bulan dan Dapat Dana Riset

avatar Imam Hambali
  • URL berhasil dicopy
Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet sedang memanen komoditas anggur unggulan.
Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet sedang memanen komoditas anggur unggulan.

 


Bogor, JatimUPdate.id - IPB University membuka peluang beasiswa program magister (S2) khusus bagi wartawan pada tahun 2026. Program ini juga dilengkapi dengan pendanaan penelitian (research grant) guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor agromaritim.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet saat kegiatan panen anggur sekaligus buka puasa bersama wartawan di Pendopo Agribusiness and Technology Park Cikarawang, Dramaga, Bogor, Jumat (6/3/2026).

Alim menjelaskan, program beasiswa ini dirancang agar para wartawan dapat memperdalam wawasan akademik sekaligus melakukan penelitian yang relevan dengan sektor pertanian dan kelautan.

“Tahun ini akan ada beasiswa program S2 bagi wartawan, termasuk riset grant-nya. Jika masuk tahun ini, penelitian bisa dilakukan tahun depan. Tujuannya meningkatkan kapasitas SDM di bidang agromaritim,” kata Alim.

Penjelasan lebih lanjut disampaikan Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB, Deni Noviana. Ia mengatakan program tersebut direncanakan mulai berjalan pada semester ganjil tahun 2026.

IPB menargetkan penerimaan mahasiswa dari jalur khusus wartawan ini dimulai sekitar minggu kedua Agustus 2026.

Dalam waktu dekat, pihak kampus juga akan menyusun kriteria serta persyaratan bagi wartawan yang ingin mengikuti program tersebut.

UKT Ditanggung, Ada Dana Riset
Beasiswa yang ditawarkan mencakup pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama masa studi.

Selain itu, peserta juga akan mendapatkan dukungan pendanaan penelitian.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menempuh pendidikan akademik, tetapi juga menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan isu pertanian, pangan, dan kelautan.

Menariknya, masa studi program ini dirancang lebih singkat dibandingkan program magister pada umumnya.

IPB menargetkan kurikulum dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 18 bulan atau satu setengah tahun.

“Tesisnya akan disediakan topiknya dan pembimbingnya akan diatur oleh pihak pascasarjana. Karena ini jalur khusus, tidak ada batasan usia bagi peserta,” ujar Deni.

Melalui program ini, IPB berharap para wartawan dapat memperkuat kapasitas keilmuan sekaligus meningkatkan kualitas pemberitaan, khususnya terkait isu strategis seperti pertanian, pangan, dan kelautan.

Selain itu, program tersebut juga diharapkan dapat memperkaya perspektif jurnalisme berbasis riset dalam mengangkat berbagai isu pembangunan agromaritim di Indonesia.(ih/yh)