Safari Sedekah Ramadan

PWI dan Polres Bondowoso Santuni Sopir dan UMKM Terdampak Jembatan Sentong

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Penyerahan santunan kepada warga terdampak ambrolnya Jembatan Sentong dalam kegiatan Safari Sedekah Ramadhan yang digelar PWI Bondowoso bersama Polres Bondowoso di Mapolsek Kota Bondowoso, Senin (9/3)
Penyerahan santunan kepada warga terdampak ambrolnya Jembatan Sentong dalam kegiatan Safari Sedekah Ramadhan yang digelar PWI Bondowoso bersama Polres Bondowoso di Mapolsek Kota Bondowoso, Senin (9/3)

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, — Ambrolnya Jembatan Sentong di Bondowoso tak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga, terutama sopir angkutan dan pelaku UMKM yang harus memutar lebih jauh untuk beraktivitas.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bondowoso bersama Polres Bondowoso menggelar kegiatan Safari Sedekah Ramadan dengan memberikan santunan kepada puluhan warga terdampak.

Kegiatan sosial itu berlangsung di Mapolsek Kota Bondowoso, Senin (9/3/2026), dan diikuti sejumlah jurnalis dari berbagai media yang bertugas di Bondowoso.

Dalam kegiatan tersebut, panitia membagikan bingkisan parcel serta uang santunan kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat putusnya akses Jembatan Sentong yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas warga.

Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu, mengatakan ambrolnya jembatan membuat para sopir angkutan dan pelaku usaha harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk melanjutkan aktivitas mereka.

Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya operasional, terutama untuk bahan bakar.

“Sejak jembatan ambles, para sopir harus memutar lebih jauh. Otomatis biaya BBM makin mahal. Karena itu kami bersama Polres Bondowoso dan rekan-rekan jurnalis ingin sedikit berbagi rezeki. Mudah-mudahan apa yang kami berikan bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban bapak ibu semua,” ujar Sinca.

Ia menjelaskan, kegiatan santunan tersebut juga berawal dari hasil liputan para jurnalis di lapangan yang melihat langsung dampak kerusakan jembatan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada pihak kepolisian hingga akhirnya terwujud kegiatan berbagi kepada warga terdampak.

“Ini merupakan hasil dari liputan kami di lapangan. Kami sampaikan kepada pemangku kebijakan, dalam hal ini Bapak Kapolres. Alhamdulillah ditangkap sehingga lahirlah kegiatan berbagi pada sore hari ini,” jelasnya.

Sinca juga menyebut, lokasi pangkalan sementara bagi para sopir angkutan kini telah dipindahkan agar jarak tempuh tidak semakin jauh.

“Biasanya pangkalan sopir berada di sisi selatan jembatan, tapi sekarang dipindah ke Nangkaan agar tidak terlalu memutar dan biaya BBM bisa sedikit berkurang,” tambahnya.

Sementara itu, Wakapolres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika, berharap masyarakat tetap bersabar sambil menunggu proses penanganan jembatan oleh pemerintah.

“Memang ini kejadian yang tidak kita harapkan. Namun kami berharap penanganannya bisa segera dilakukan. Surat sudah kami kirim ke PU Provinsi agar pembangunan jembatan darurat, khususnya untuk sepeda motor dan pejalan kaki, dapat segera dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, nantinya akan dibuat jalur alternatif di sekitar lokasi guna mengurai kepadatan lalu lintas akibat pengalihan arus kendaraan.

“Sepeda motor rencananya akan dibuatkan jalur alternatif melalui jembatan kecil di sekitar lokasi, sehingga kendaraan roda empat tetap bisa menggunakan jalur utama dan tidak terjadi penumpukan,” katanya.

Kompol Gede juga menegaskan bahwa kepolisian selalu terbuka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan maupun aspirasi.

“Polisi ini milik masyarakat. Kalau ada keluhan atau persoalan silakan datang. Rumah dinas saya terbuka 24 jam untuk masyarakat. Mari kita jaga kebersamaan ini, karena polisi, media, dan masyarakat adalah satu kesatuan,” pungkasnya. (ries/yh)