360 Personel Gabungan Amankan Mudik Lebaran, Polres Bondowoso Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026
Bondowoso, JatimUPdate.id – Sebanyak 360 personel gabungan diterjunkan Polres Bondowoso untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat Semeru 2026.
Operasi tersebut digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus pada pengamanan jalur mudik, pelayanan pemudik, serta antisipasi potensi gangguan lalu lintas dan bencana alam.
Kesiapan pengamanan ditandai dengan apel gelar pasukan yang dihadiri Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo pada Kamis (12/3/2026).
Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan ratusan personel yang dilibatkan merupakan gabungan dari berbagai instansi.
Di antaranya kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur mitra keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya.
“Ada 360 personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Semeru tahun ini,” ujar Kapolres Bondowoso.
Untuk menunjang pelayanan kepada pemudik, Polres Bondowoso juga menyiapkan tiga pos pengamanan di sejumlah titik strategis.
Tiga pos tersebut terdiri dari satu Pos Pelayanan (Posyan) yang berada di Alun-alun Ki Bagus Asra Bondowoso serta dua Pos Pengamanan (Pospam) di Kecamatan Maesan dan Kecamatan Tapen.
“Semuanya akan meng-cover dan memberikan pelayanan kepada pemudik yang melintas di wilayah Bondowoso,” ungkap Aryo.
Selain itu, kepolisian juga melakukan pemetaan jalur alternatif menyusul amblesnya Jembatan Sentong yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Petugas turut memetakan sejumlah titik blank spot serta jalur rawan kecelakaan guna memaksimalkan pengamanan selama masa mudik Lebaran.
Tak hanya itu, Polres Bondowoso juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di jalur mudik.
Hal ini menyusul prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebut wilayah Bondowoso berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir sepanjang Maret.
“Tentunya kami sudah mempersiapkan langkah antisipatif terkait kesiapsiagaan bencana, baik melalui koordinasi dengan BMKG dan BPBD maupun penyiagaan personel di lapangan,” pungkasnya. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat