Terpilih Aklamasi, dr. Moch. Jasin Kembali Pimpin IKA UNAIR Bondowoso dan Bidik Penurunan AKI-AKB

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
dr. Moch. Jasin saat menyampaikan sambutan usai terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua IKA UNAIR Cabang Bondowoso periode 2025–2030 dalam Muscab I di Bondowoso, Sabtu (25/4/2026).
dr. Moch. Jasin saat menyampaikan sambutan usai terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua IKA UNAIR Cabang Bondowoso periode 2025–2030 dalam Muscab I di Bondowoso, Sabtu (25/4/2026).

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, — Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Moch. Jasin, kembali dipercaya memimpin Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Cabang Bondowoso untuk periode kedua.

Lebih jauh dia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) I yang berlangsung di Aula Edelweiss, salah satu hotel di Bondowoso, Sabtu (25/4/2026).

Pemilihan berlangsung dalam suasana musyawarah mufakat. Meskipun mekanisme pemungutan suara telah disiapkan, forum akhirnya sepakat menunjuk Jasin untuk melanjutkan kepemimpinan.

“Teman-teman sepakat memilih saya kembali di periode kedua,” ujar Jasin.

Ia menilai, IKA UNAIR tidak hanya berfungsi sebagai ruang silaturahmi antaralumni, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

Hal itu sejalan dengan visi organisasi, yakni “Solid Bergerak dan Nyata Berdampak”.

Pada periode keduanya, Jasin menekankan pentingnya memperkuat kontribusi nyata organisasi.

Salah satunya melalui upaya menarik dan mengimplementasikan program-program strategis dari tingkat wilayah maupun pusat ke daerah.

Selain melanjutkan kegiatan rutin seperti bakti sosial dan peningkatan kapasitas anggota, IKA UNAIR juga akan memfokuskan perhatian pada dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Berdasarkan data tahun 2024, sekitar 50 persen kasus kematian ibu dan bayi di Bondowoso tidak disebabkan oleh komplikasi persalinan, melainkan berkaitan dengan penyakit penyerta yang dialami ibu.

Atas dasar itu, IKA UNAIR berencana menginisiasi program skrining kesehatan bagi ibu hamil dan bayi, termasuk pemeriksaan jantung, guna mendeteksi risiko sejak dini.

“Melalui skrining ini, kami berharap gangguan kesehatan dapat teridentifikasi lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” tutupnya. (ries/yh)